ULEE GLEE – Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Koordinator Lokasi (KOSI) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) di Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., memberikan apresiasi terhadap perkembangan pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN yang ditempatkan di lima gampong, yaitu Gampong Adan, Ulee Glee, Alue Keutapang, Blang Dalam, dan Drien Bungong.
Apresiasi tersebut disampaikan usai melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di setiap lokasi penugasan mahasiswa pada Minggu (19/7/2026).
Menurut Yasar, secara umum pelaksanaan program kerja mahasiswa menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga pertengahan masa pengabdian, sebagian besar kelompok telah merealisasikan sekitar 40 hingga 50 persen dari rencana kegiatan yang sebelumnya disusun bersama dosen pembimbing berdasarkan kebutuhan masyarakat serta kompetensi masing-masing mahasiswa.
Ia menjelaskan, beberapa kelompok juga melakukan penyesuaian terhadap proposal maupun program kerja setelah mempertimbangkan kondisi lapangan. Revisi tersebut dilakukan agar kegiatan yang dijalankan lebih sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang lebih optimal.
“Alhamdulillah, mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menjalankan setiap program. Mereka juga memperoleh dukungan yang sangat baik dari aparatur gampong maupun masyarakat sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar,” ungkapnya.
Dosen Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian USK itu juga mengingatkan mahasiswa agar menjalankan setiap program dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan komitmen hingga tuntas. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari dampak positif yang dapat terus dirasakan masyarakat setelah program berakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Yasar turut mengajak mahasiswa menjadikan sosok Kasim Arifin sebagai inspirasi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Tokoh KKN nasional tersebut dikenal luas karena keberhasilannya menghadirkan program-program yang memberikan dampak besar bagi masyarakat.
“Mungkin kita tidak mampu menyamai apa yang telah beliau lakukan, tetapi semangat pengabdiannya patut menjadi teladan agar kita terus melahirkan program-program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Yasar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah mendukung pelaksanaan KKN USK di Kecamatan Bandar Dua, mulai dari masyarakat, perangkat gampong, mukim, pemerintah kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan KKN USK, baik program reguler maupun KKN Tematik Literasi yang merupakan hasil kerja sama Universitas Syiah Kuala dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa agar menggunakan media sosial secara lebih bijaksana selama mengikuti KKN. Media sosial, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, publikasi, dan dokumentasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Hindari membuat konten yang tidak berkaitan dengan kegiatan KKN. Gunakan media sosial untuk menyebarluaskan program, memberikan edukasi, dan menginspirasi masyarakat. Jangan sampai konten yang hanya bersifat hiburan atau sekadar lucu-lucuan justru mengurangi nilai dan esensi pengabdian yang menjadi tujuan utama KKN,” tegasnya.[]

