Thursday, 17 September 2026
Cuaca Jakarta Memuat cuaca...
Berita September 17, 2026 Redaktur 4 menit baca

YSN dan PRKKA USK Rencanakan Riset Kolaboratif Agroforestri Kopi Robusta Ramah Gajah di Lanskap Peusangan

Banda Aceh, 16 September 2026 — Yayasan Sains Nusantara (YSN) dan Pusat Riset Kopi dan Kakao Aceh (PRKKA) Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat komitmen kolaborasi dalam pengembangan riset berbasis konservasi melalui rencana penelitian bertajuk “Pengembangan dan Validasi Model Agroforestri Kopi Robusta Ramah Gajah untuk Mendukung Konservasi Lanskap Peusangan.”
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara YSN dan PRKKA USK yang dilaksanakan pada 16 September 2026 di Kantor PRKKA USK, Banda Aceh.


Riset kolaboratif ini dirancang untuk mengembangkan model agroforestri kopi Robusta yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, tetapi juga mempertimbangkan aspek konservasi habitat, mitigasi konflik manusia–gajah, dan keberlanjutan lanskap.


Lanskap Peusangan merupakan salah satu kawasan yang memiliki arti penting dalam pengembangan perkebunan kopi sekaligus menjadi bagian dari bentang alam yang perlu dikelola secara harmonis antara kepentingan masyarakat, pertanian, dan konservasi keanekaragaman hayati. Karena itu, pengembangan sistem agroforestri yang ramah terhadap gajah diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membangun hubungan yang lebih seimbang antara aktivitas ekonomi masyarakat dan upaya perlindungan satwa liar.

Menghubungkan Produksi Kopi dan Konservasi Gajah


Melalui riset ini, YSN dan PRKKA USK akan mengkaji berbagai komponen agroforestri, mulai dari komposisi dan struktur vegetasi, jenis tanaman pendamping kopi, karakteristik habitat, pola pemanfaatan lahan, produktivitas kopi, hingga aspek sosial-ekonomi petani.
Model yang dikembangkan selanjutnya akan divalidasi berdasarkan indikator ekologis, agronomis, sosial, dan ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan model agroforestri yang dapat diterapkan oleh petani sekaligus mendukung fungsi ekologis lanskap.
Konsep “kopi Robusta ramah gajah” menjadi salah satu inovasi penting dalam kerja sama ini. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi pola pengelolaan kebun yang dapat mengurangi potensi interaksi negatif antara gajah dan masyarakat, menyediakan ruang ekologis yang lebih baik, serta meningkatkan nilai ekonomi lahan tanpa mengabaikan kepentingan konservasi.
Dengan demikian, kebun kopi tidak hanya dipandang sebagai unit produksi, tetapi juga sebagai bagian dari koridor ekologis dan mosaik lanskap konservasi.


Kolaborasi Lintas Keahlian


Penandatanganan PKS tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pengurus dan tim PRKKA USK serta YSN. Dari PRKKA USK hadir Prof. Dr. Ir. Abubakar Karim, M.S. selaku Kepala PRKKA USK, Dr. Firdaus Basyah, M.Si. selaku Sekretaris PRKKA, dan Dr. Muhammad Yasar, M.Sc. dari Divisi Penyuluhan dan Pengembangan SDM PRKKA.


Sementara dari YSN hadir Kholil Yusra, S.Si., M.Si. selaku Ketua YSN dan Khalidin, M.Si. selaku Project Officer YSN.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan perspektif akademik, riset, konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan komoditas kopi dalam satu kerangka kolaborasi.
Ketua YSN, Kholil Yusra, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama dengan PRKKA USK merupakan langkah strategis dalam mendorong riset yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Menurutnya, pengembangan agroforestri kopi perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas, yaitu sebagai bagian dari upaya membangun sistem ekonomi masyarakat yang berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan satwa liar.


Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Abubakar Karim, M.S., selaku Kepala PRKKA USK, menegaskan pentingnya kolaborasi riset dalam menghasilkan inovasi pengembangan kopi yang sesuai dengan karakteristik wilayah Aceh.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dan lembaga masyarakat dalam menghasilkan model pengelolaan perkebunan kopi berbasis lanskap yang dapat direplikasi pada kawasan lain yang menghadapi tantangan serupa.
Dari Riset Menuju Model yang Dapat Direplikasi
Riset YSN–PRKKA USK ini tidak berhenti pada kajian akademik, tetapi diarahkan untuk menghasilkan model agroforestri yang aplikatif dan dapat divalidasi di tingkat lapangan.
Tahapan riset direncanakan mencakup baseline assessment, identifikasi karakteristik ekologi dan sosial-ekonomi, perancangan model agroforestri, pengembangan demplot, monitoring dan evaluasi, validasi model, serta penyusunan rekomendasi pengelolaan.
Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi bagi berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pengelola kawasan, masyarakat, kelompok tani, lembaga konservasi, dan sektor swasta.


Lebih jauh, model tersebut berpotensi dikembangkan sebagai pendekatan Nature-based Solutions (NbS) yang mengintegrasikan peningkatan ekonomi masyarakat dengan pemulihan dan perlindungan fungsi ekologis lanskap.


Membangun Lanskap Peusangan yang Produktif dan Lestari
Kerja sama YSN dan PRKKA USK memperlihatkan bahwa pengembangan kopi dan konservasi tidak harus ditempatkan sebagai dua kepentingan yang berseberangan. Dengan pendekatan agroforestri yang tepat, kebun kopi dapat menjadi bagian dari solusi pengelolaan lanskap yang menghubungkan petani, komoditas kopi, keanekaragaman hayati, dan konservasi gajah.


Melalui riset kolaboratif ini, YSN dan PRKKA USK berharap dapat menghadirkan sebuah model yang mampu menjawab tiga kebutuhan sekaligus: meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, menjaga keberlanjutan ekosistem, serta menciptakan ruang hidup yang lebih harmonis bagi manusia dan gajah.
Penandatanganan PKS pada 16 September 2026 menjadi langkah awal dari agenda kolaborasi yang lebih luas. Dari Banda Aceh, sebuah gagasan tentang “kopi Robusta ramah gajah” mulai diarahkan menjadi riset, model, dan praktik nyata untuk mendukung masa depan Lanskap Peusangan yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan.[]

Penulis

Redaktur

Kontributor Media Civitas.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar akan tampil setelah disetujui moderator.