ULEE GLEE – Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi menarik kembali 236 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dan KKN Tematik Literasi Tahun 2026 yang telah mengabdi selama satu bulan di Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (5/8/2026).
Prosesi penarikan mahasiswa berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Camat Bandar Dua dan dihadiri oleh Camat Bandar Dua, para keuchik, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, serta perwakilan mahasiswa peserta KKN.
Dalam laporannya, Camat Mahasiswa KKN Kecamatan Bandar Dua, Syamsul Rizal, memaparkan berbagai program yang telah berhasil dilaksanakan di 33 gampong lokasi KKN Reguler dan Literasi USK. Selain menjalankan program kerja di masing-masing desa, seluruh kelompok KKN juga berhasil berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan berskala kabupaten, yakni Lomba Cerdas Cermat tingkat SMP/MTs.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarkelompok KKN mampu melahirkan program yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Syamsul.
Mewakili pimpinan Universitas Syiah Kuala, Koordinator Lokasi (KOSI) KKN Kecamatan Bandar Dua, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Kecamatan Bandar Dua, khususnya di 33 gampong lokasi KKN, atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama pelaksanaan KKN sejak 7 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan KKN tidak terlepas dari keterbukaan masyarakat dalam menerima mahasiswa sebagai mitra pembangunan di tingkat gampong.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Bandar Dua, para keuchik, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Sambutan hangat yang diberikan menjadi energi positif bagi mahasiswa untuk berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Yasar.
Dosen Teknik Pertanian USK tersebut berharap berbagai program yang telah diinisiasi mahasiswa tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, tetapi dapat menjadi pemantik lahirnya program-program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
“Apa yang telah diinisiasi mahasiswa selama satu bulan ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi kemajuan gampong. Tidak tertutup kemungkinan berbagai program tersebut akan dikembangkan lebih lanjut melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), penelitian, maupun bentuk kolaborasi lainnya yang melibatkan dosen dan mahasiswa USK pada masa mendatang,” katanya.
Yasar juga mengapresiasi capaian mahasiswa dalam mendokumentasikan berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat melalui publikasi media massa.
“Saya mencatat lebih dari 30 pemberitaan media yang mengangkat berbagai kegiatan mahasiswa KKN di Kecamatan Bandar Dua. Ini menunjukkan bahwa program-program yang dilaksanakan memiliki nilai informasi sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal lain yang turut mendapat perhatian, lanjut Yasar, adalah kondusifnya pelaksanaan KKN selama satu bulan penuh tanpa kendala berarti.
“Yang paling membahagiakan adalah tidak ditemukannya persoalan yang berarti selama pelaksanaan KKN berlangsung. Hal ini menunjukkan tingginya budaya ramah tamah (hospitality) masyarakat Bandar Dua dalam menerima mahasiswa. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari dukungan Camat Bandar Dua beserta unsur Muspika, Forum Keuchik, serta seluruh perangkat gampong yang terus mendampingi mahasiswa selama menjalankan program pengabdian,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Forum Keuchik Kecamatan Bandar Dua, Ismail, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Syiah Kuala yang telah mempercayakan Kecamatan Bandar Dua sebagai lokasi pelaksanaan KKN tahun 2026.
Ia menilai kehadiran mahasiswa telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, edukasi, serta kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat gampong.
Senada dengan itu, Camat Bandar Dua, Saifulli, S.Ag., mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Universitas Syiah Kuala beserta seluruh Dosen Pembimbing Lapangan yang telah membimbing mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
“Kami merasakan langsung manfaat dari kehadiran mahasiswa KKN. Berbagai program yang dilaksanakan tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Adapun Dosen Pembimbing Lapangan yang bertugas di Kecamatan Bandar Dua terdiri atas Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., Muslim, M.InfoTech., Dr. Novi Indriyani Sitepu, S.H.I., Ratna Mutia Aprilla, S.Kel., M.Si., Adli Waliul Perdana, S.Kel., M.Si., Drh. Arman Sayuti, M.P., dan Dewi Andayani, S.Pd., M.Pd.
Pelaksanaan KKN Reguler dan KKN Tematik Literasi USK Tahun 2026 di Kecamatan Bandar Dua melibatkan 236 mahasiswa yang tersebar di 33 gampong. Selama satu bulan pelaksanaan, mahasiswa mengimplementasikan berbagai program di bidang pendidikan, literasi, kesehatan, lingkungan, ekonomi masyarakat, teknologi tepat guna, hingga penguatan kelembagaan gampong sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Paska prosesi penarikan di level Kecamatan, Ketua LPPM USK, Prof. Dr. Taufiq C. Dawood, S.E., M.Ec.Dev juga melakukan penarikan mahasiswa KKN secara resmi di level Kabupaten. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati setempat yang turut dihadiri oleh sejumlah Pejabat dan Camat di lingkungan Pemkab Pidie Jaya.[]

