BANDA ACEH – Kegiatan International Community Service yang digagas melalui USM–USK International Academic Visit and Knowledge Exchange Program 2026 berlanjut pada hari ketiga dengan kunjungan lapangan ke Desa Teladan, Kabupaten Aceh Besar. Agenda ini merupakan bentuk nyata pengabdian internasional yang mempertemukan mahasiswa dan dosen bidang Proteksi Tanaman dari Universiti Sains Malaysia (USM) dan Universitas Syiah Kuala (USK) untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendampingi petani nilam Aceh.
Delegasi meninjau langsung pertanaman nilam serta proses penyulingan minyak nilam, sebagai tindak lanjut dari agenda sebelumnya di Pusat Riset Atsiri (ARC–PUI PT Nilam Aceh USK).
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Petani dan Geuchik Desa Teladan, yang menyampaikan apresiasi atas pendampingan teknologi budidaya dan penyulingan yang telah diperkenalkan melalui program ARC USK.
Dr. Susanna, selaku Kaprodi Proteksi Tanaman bersama tim dosen USK, memberikan arahan teknis terkait budidaya serta strategi pengendalian hayati terhadap hama dan penyakit nilam.
Pendekatan ini menekankan pemanfaatan mikroba lokal, musuh alami, dan teknik budidaya ramah lingkungan untuk meningkatkan ketahanan tanaman sekaligus menjaga produktivitas.
Delegasi USM yang diwakili oleh Dr. Siti Baidurah menambahkan perspektif internasional. Ia menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam pemanfaatan limbah penyulingan nilam. Menurutnya, praktik membakar limbah suling tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga menghilangkan potensi nilai tambah. “Limbah penyulingan nilam seharusnya tidak dibakar, melainkan diolah menjadi kompos dan pupuk organik lain yang dapat meningkatkan kesuburan tanah serta mendukung pertanian berkelanjutan,” jelasnya. Dengan pendekatan ini, petani tidak hanya memperoleh manfaat dari minyak nilam, tetapi juga dari produk turunan yang ramah lingkungan.
Kegiatan hari ketiga ditutup dengan demonstrasi penanganan pascapanen berupa pengeringan distilat dan penyimpanan hasil panen, serta sesi foto bersama. Agenda ini memperkuat sinergi akademik dan pengabdian internasional, sekaligus menegaskan komitmen USM–USK dalam mendukung pertanian nilam yang sehat, berkelanjutan, dan berbasis inovasi biologi.

