Thursday, 03 September 2026
Cuaca Jakarta Memuat cuaca...
Berita September 2, 2026 Redaktur 2 menit baca

Hari Kedua USK–USM Knowledge Exchange: Antusiasme Mahasiswa dan Moderator Menghidupkan Diskusi Riset Inovatif

Banda Aceh, 2 September 2026 — Hari kedua USK–USM International Academic Visit and Knowledge Exchange Program 2026 menjadi panggung bagi mahasiswa Proteksi Tanaman dan Doctoral Program of Agriculture USK untuk menunjukkan bahwa riset inovatif dapat lahir dari generasi muda dan menjadi solusi nyata bagi tantangan global. Topik yang diangkat mencakup bioteknologi, teknologi lingkungan, pangan, hingga perlindungan tanaman, semuanya berorientasi pada pertanian berkelanjutan.

Diskusi akademik ini dipandu oleh moderator dari kedua institusi: Prof. Dr. Ir. Jauharlina, M.Sc. (USK), Ts. Dr. Siti Baidurah (USM), dan Assoc. Prof. Dr. Syahidah (USM). Kehadiran mereka memperkaya jalannya sesi dengan arahan yang sistematis sekaligus mendorong interaksi aktif antara peserta.

Mahasiswa dari School of Industrial Technology, USM menampilkan riset tentang DNA nilam, teknologi ekstraksi minyak atsiri, audit limbah plastik berbasis bioindikator, serta integrasi blockchain dalam industri pangan halal. Sementara itu, mahasiswa Proteksi Tanaman USK berbagi penelitian mengenai pemanfaatan limbah distilasi nilam sebagai biopestisida, fungi endofit untuk pertanian berkelanjutan, deteksi penyakit tanaman dengan spektroskopi inframerah dekat, serta ekologi hama kopi dan keanekaragaman serangga melalui tanaman refugia.

Peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa program doktoral dan juga mahasiswa semester 5 dan semester 7 dari mata kuliah terkait. Kehadiran mereka menambah dinamika diskusi, memperlihatkan keterlibatan aktif generasi muda dalam membangun fondasi riset berkelanjutan.

Antusiasme terlihat jelas ketika mahasiswa dan moderator saling bertanya serta berdiskusi tentang topik-topik baru yang membuka wawasan lintas disiplin. Salah satu mahasiswa peserta menyampaikan, “Diskusi ini membuka wawasan baru bagi kami, terutama tentang bagaimana riset sederhana bisa berdampak besar bagi pertanian berkelanjutan.” Kutipan ini mencerminkan semangat kolaborasi yang tumbuh di antara peserta.

Kegiatan ini menegaskan bahwa knowledge exchange bukan sekadar berbagi hasil penelitian, tetapi juga membangun jejaring akademik yang kuat dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi lintas negara, mahasiswa USK dan USM membuktikan bahwa pertukaran pengetahuan adalah fondasi penting bagi inovasi pertanian berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).[]

Penulis

Redaktur

Kontributor Media Civitas.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar akan tampil setelah disetujui moderator.