Wednesday, 16 September 2026
Cuaca Jakarta Memuat cuaca...
Berita September 15, 2026 Redaktur 4 menit baca

Tim PMKI USK Implementasi Teknologi Tepat Guna Mesin Pencacah Daging Ikan di Gampong Lampulo, Banda Aceh

BANDA ACEH – Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) Tahun 2026 dengan tema “Implementasi Teknologi Pengolahan dan Standardisasi Mutu Abon dan Keumamah melalui Kolaborasi Perguruan Tinggi”, tim pelaksana melaksanakan kegiatan implementasi teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin pencacah daging ikan pada kelompok mitra Abon Lam Pulo, Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Kegiatan dilaksanakan pada 14 September 2026 dan diikuti oleh 20 peserta, yang terdiri atas anggota kelompok mitra dan peserta yang terlibat dalam kegiatan pengolahan produk abon ikan.

Kegiatan ini merupakan bentuk penerapan hasil pengembangan teknologi tepat guna untuk menjawab permasalahan yang dihadapi kelompok mitra, khususnya pada tahapan pencacahan daging ikan. Sebelum penerapan mesin, proses pencacahan masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu relatif lama, tenaga yang lebih besar, serta menghasilkan ukuran serat daging yang kurang seragam. Kondisi tersebut dapat memengaruhi efisiensi proses produksi dan keseragaman mutu produk abon ikan yang dihasilkan.

Mesin pencacah daging ikan yang diimplementasikan memiliki kapasitas 20 kg/jam dan dirancang untuk membantu mempercepat proses pencacahan sekaligus menghasilkan ukuran cacahan yang lebih seragam. Pada kegiatan tersebut, tim memberikan penjelasan mengenai bagian-bagian mesin, prinsip kerja, prosedur pengoperasian, pengaturan proses pencacahan, serta aspek keselamatan dan kebersihan selama penggunaan alat. Peserta kemudian memperoleh kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung sehingga mampu mengoperasikan mesin secara mandiri dalam proses produksi abon ikan.

Penerapan mesin pencacah ini mendapatkan respons positif dari kelompok mitra. Ketua Kelompok Abon Lam Pulo Ibu Nurhayati menyampaikan bahwa penggunaan mesin pencacah daging ikan ini memberikan perbedaan yang nyata dibandingkan proses pencacahan yang dilakukan secara manual. Menurutnya, Mesin ini bekerja sangat cepat dibandingkan proses yang selama ini dilakukan secara manual, ukuran cacahan juga lebih seragam. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi yang diterapkan tidak hanya memberikan manfaat dari aspek kecepatan proses, tetapi juga meningkatkan keseragaman hasil pencacahan sebagai salah satu faktor penting dalam menghasilkan produk abon dengan mutu yang lebih konsisten.

Dari sisi kelompok usaha, implementasi mesin pencacah diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja dan waktu produksi, sehingga kapasitas produksi abon ikan dapat ditingkatkan secara bertahap. Selain itu, hasil cacahan yang lebih seragam dapat mendukung proses pengolahan berikutnya, seperti pencampuran bumbu, penggorengan, dan penirisan, sehingga menghasilkan produk yang homogen dari segi tekstur dan penampilan.

Kegiatan implementasi TTG ini merupakan rangkaian pendampingan yang lebih luas dalam Program PMKI 2026, yang mencakup peningkatan kemampuan pengolahan, standardisasi mutu olahan, penerapan sanitasi dan higiene, pengemasan, branding, serta pengembangan pemasaran produk abon dan keumamah. Dengan demikian, pemberian mesin pencacah tidak hanya diposisikan sebagai bantuan peralatan, tetapi sebagai intervensi teknologi yang terintegrasi dengan peningkatan kapasitas usaha kelompok mitra.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim kolaborasi perguruan tinggi yang diketuai oleh Dr. Mustaqimah, S.TP., M.Sc., dengan anggota Prof. Dr. Nirwana, SE., M.Si, Ak, CA dari Universitas Hasanuddin, Dr. Rahmah Hayati, S.TP., M.Agr. dari Universitas Abulyatama, serta Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., Dr. Raida Agustina, S.TP., M.Sc., Dr. Ir. Diswandi Nurba, S.TP., MSi., IPU., dan Dr. Ir. Aris Munandar, S.TP., MT. dari Universitas Syiah Kuala. Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut memperkuat pelaksanaan kegiatan melalui integrasi keahlian dalam aspek teknologi pengolahan, manajemen usaha, peningkatan mutu, dan pemberdayaan masyarakat. Disamping itu, kegiatan ini juga mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang melibatkan dua mahasiswa Luna Luthfiya dan Nazira Anatasa.

Ketua pelaksana kegiatan Dr. Mustaqimah mengatakan bahwa Implementasi mesin pencacah daging ikan pada Kelompok Abon Lam Pulo menjadi salah satu capaian penting PMKI 2026 karena menunjukkan adanya alih teknologi secara langsung kepada masyarakat. Melalui penggunaan mesin berkapasitas 20 kg/jam dan pelatihan kepada 20 peserta, kelompok mitra diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menjaga keseragaman proses, serta mengembangkan usaha abon ikan secara lebih produktif dan berkelanjutan. Untuk kegiatan lanjutan kami akan melakukan implementasi alat pengering sebagai pelangkap rankaian proses pengolahan produk hasil perikanan berupa Abon dan keumamah pungkasnya.

Sementara itu Kepala Pusat Riset Mekanisasi dan Perbengkelan Pertanian (PUSMEPTAN) USK Dr. Muhammad Dhafir menyambut baik dan memberikan dukungan penuh kepada Tim Pelaksana PMKI 2026. Kami terus melakukan pendampingan dan juga memfasilitasi riset dan pengembangan mesin dan peralatan yang diimplementasikan oleh Tim pengabdi. Semua mesin-masin tersebut dikembangkan dan dirakit di PUSMEPTAN dengan desain Teknik yang presisi dan penuh inovasi, kata Dr. Dhafir.[]

Penulis

Redaktur

Kontributor Media Civitas.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar akan tampil setelah disetujui moderator.