Banda Aceh – Tim pengabdian Universitas Syiah Kuala (USK) mengembangkan pemanfaatan biji trembesi (Samanea saman) menjadi tepung di Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB) Tahun 2026 yang diarahkan pada pemanfaatan sumber daya lokal melalui pendekatan circular economy dan zero-waste agroindustry. Selama ini, buah trembesi yang telah matang umumnya jatuh dan bijinya belum dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat.
Pengolahan dilakukan melalui tahapan sederhana yang dapat diterapkan pada skala rumah tangga, mulai dari pengumpulan dan sortasi, pencucian, penjemuran, pengupasan cangkang, perebusan selama 30 menit, perendaman selama tiga hari dengan penggantian air secara berkala, hingga pengeringan, penyangraian, dan penepungan. Biji yang telah diproses kemudian dihaluskan menggunakan mesin penepung hingga menghasilkan tepung trembesi yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pengembangan berbagai produk pangan.
Tepung trembesi yang dihasilkan telah diuji dengan kadar air sebesar 3,67 persen, sedangkan pengujian pada sampel biji trembesi menunjukkan kandungan tanin sebesar 33,05 ppm. Hasil tersebut menjadi informasi awal untuk mendukung penyempurnaan dan standardisasi proses pengolahan. Tepung trembesi selanjutnya dikembangkan sebagai bahan dasar produk olahan seperti cookies, brownies, serta mie (pasta), dengan peluang pengembangan lebih lanjut menjadi tempe, kopi, selai, dan produk olahan lainnya.
Kegiatan ini melibatkan masyarakat Gampong Tibang, kelompok mitra, tim pengabdian, serta enam mahasiswa KKN Tematik. Tim pengabdian diketuai oleh Dewi Sri Jayanti, S.TP., M.Sc., dengan anggota Ir. Cut Nilda, S.TP., M.Sc.; Dr. T. Ferijal, S.TP., M.Sc.; Nova Suryani, S.P., M.P.; dan Dr. Raida Agustina, S.TP., M.Sc. Enam mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Teknik Pertanian, yaitu Azizi Muda, Muammar Althaf, Aina Tunzira, dan Siti Yatima, serta Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, yaitu Nayla Zahira dan Putri Najla. Selain memperkenalkan teknologi pengolahan, program juga diarahkan pada peningkatan keterampilan masyaraka dalam pengemasan, branding, danpemasaran produk. Melalui kegiatan ini, biji trembesi yang sebelumnya belum dimanfaatkan diharapkan dapat berkembang menjadi sumber daya lokal bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Gampong Tibang.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah gampong, kelompok masyarakat, dan mahasiswa, pemanfaatan biji trembesi diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu inovasi berbasis sumber daya lokal yang tidak hanya mengurangi biomassa yang belum termanfaatkan, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha dan memperkuat identitas produk lokal Gampong Tibang.

