Wednesday, 02 September 2026
Cuaca Jakarta Memuat cuaca...
Berita September 2, 2026 Redaktur 3 menit baca

USK dan USM Perkuat Kolaborasi Riset dan Pendidikan Proteksi Tanaman

Kunjungan akademik internasional membuka peluang riset bersama, publikasi, pembimbingan, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.

BANDA ACEH – Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan delegasi Universiti Sains Malaysia (USM) dalam rangka USK-USM International Academic Visit and Knowledge Exchange Program 2026. Kegiatan bertema “Strengthening Collaboration in Plant Protection, Research Innovation, and Sustainable Agriculture” ini menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat kolaborasi akademik dan riset antara kedua institusi.

Delegasi USM tiba di Banda Aceh pada 31 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan resmi dimulai pada Selasa, 1 September 2026, dengan penyambutan oleh Dekan Fakultas Pertanian USK yang dilanjutkan dengan diskusi mengenai berbagai peluang kerja sama. Kegiatan tersebut dihadiri oleh dosen, peneliti, dan mahasiswa dari kedua institusi.

Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Dr. Ir. Sabaruddin, M.Agric.Sc., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan kerja sama akademik, sekaligus melanjutkan hubungan erat yang telah terjalin antara Aceh dan wilayah Semenanjung Melayu sejak masa lalu.

“Kegiatan ini tidak hanya memperkuat jejaring internasional, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap indikator kinerja program studi dan fakultas,” ujarnya.

Ketua Program Studi Proteksi Tanaman FP USK, Dr. Ir. Susanna, M.Si., menjelaskan bahwa dosen di Program Studi Proteksi Tanaman memiliki kepakaran yang mencakup fitopatologi, entomologi, bioteknologi, dan epidemiologi. Ia berharap interaksi akademik tersebut dapat berkembang menjadi riset dan publikasi bersama, serta program pertukaran dosen dan mahasiswa.

Ketua pelaksana sekaligus penggagas program, Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi akademik antara USK dan USM telah dimulai dan diharapkan terus berkembang melalui riset, pembimbingan, dan publikasi bersama.

“Sejumlah riset unggulan tengah dikembangkan, khususnya di bidang patologi tanaman, yang mengkaji interaksi kompleks antara nematoda, cendawan, bakteri patogen, mikroba endofit, serta deteksi virus. Pemanfaatan mikroba lokal sebagai agen pengendali hayati juga menjadi fokus, termasuk pada komoditas nilam Aceh melalui eksplorasi plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR), pengendalian penyakit layu bakteri, dan pemanfaatan limbah penyulingan nilam sebagai sumber senyawa bioaktif antimikroba,” jelasnya.

Menurut Prof. Rina, penelitian di bidang entomologi turut diarahkan pada pengembangan strategi pengendalian hama terpadu, pemanfaatan biopestisida alami, dan konservasi keanekaragaman serangga yang mendukung ekosistem pertanian berkelanjutan.

“Berbagai aktivitas riset tersebut memperkuat agenda pertanian berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis, dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs 2, 9, dan 12,” tambahnya.

Salah seorang delegasi USM, Ts. Dr. Siti Baidurah, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kolaborasi dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, antara lain penelitian dan publikasi bersama serta pembimbingan mahasiswa pada jenjang sarjana, magister, dan doktor.

Hasil diskusi awal menunjukkan adanya kesamaan minat dan kepakaran yang dapat menjadi landasan penyusunan program kolaborasi yang lebih konkret. Kedua institusi berkomitmen menindaklanjuti peluang tersebut melalui kegiatan akademik dan riset yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu proteksi tanaman dan pertanian berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Rabu, 2 September 2026, melalui seminar mahasiswa yang menghadirkan presentasi dari USM dan USK mengenai inovasi pertanian, bioteknologi, dan pengelolaan sumber daya hayati.

Penulis

Redaktur

Kontributor Media Civitas.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar akan tampil setelah disetujui moderator.