TAKENGON – Dua orang anak yatim yang tinggal di yayasan panti asuhan berasal dari SMP Negeri 2 Takengon salah satu sekolah Belangi (indah) di Kabupaten Aceh Tengah meraih juara satu dan dua pada kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Aceh Tengah tahun 2026.
Kegiatan itu berlangsung di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Tengah, 13 sampai 15 Oktober 2026.
Sarlina kelas VIII dan adiknya Maulida, kelas VII SMP Negeri 2 Takengon berhasil mempersembahkan juara satu pada cabang lomba Cerita Singkat dan juara dua cabang lomba Puisi.
Kepala SMP Negeri 2 Takengon, Salimsyah MPd kepada media ini, Jum’at (16/10) mengatakan, Sarlina dan Maulida adalah dua orang saudara kandung kakak dan adik sebagai anak yatim dan tinggal di Asrama Yayasan Noerdeen berlokasi di Dedalu Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah.
Katanya, dua orang anak yatim ini telah membanggakan sekaligus kami menyambut kabar gembira ini dengan suka cita daari semua warga SMP Negeri 2 Takengon yang telah berhasil menjuarai kegiatan FTBI 2026 tingkat Kabupaten Aceh Tengah.
Salimsyah menuturkan, walau pun dua orang pelajar ini berstatus sebagai anak yatim dan tinggal di asrama serta memiliki keterbatasan ekonomi, namun tidak menyurutkan langkah mereka untuk meraih prestasi.
“Sarlina meraih juara satu bidang lomba Cerita Singkat dan Maulida mampu keluar sebagai juara dua bidang lomba Puisi di ajang kegiatan FTBI tingkat Kabupaten Aceh Tengah sesuatu hal yang luar biasa,” ujar Salimsyah.
Kepala sekolah menyebutkan, Sarlina ini dibimbing oleh Zikriatun Ilmi M.Pd dan Maulida dibimbing oleh Elly Radia M.Pd yang telah mampu mengukir prestasi gemilang.
Lebih lanjut Salimsyah mengungkapkan, selain Sarlina dan Maulida, ada dua orang pelajar lagi dari sekolah yang ia pimpin yaitu, Aisyah Aqilah Hutasuhut juara dua cabang lomba Seni yang dibimbing oleh Herman Diyanis MPd.
Kemudian disebutkannya, juara dua cabang lomba Lagu Gayo atas nama Wahdini dengan guru pembimbingnya Sastrinda Azzaristia SPd.
“Terima kasih atas perjuangan anak-anak kami dengan tampil percaya diri hingga meraih juara satu dan dua, serta terima kasih juga saya sampaikan kepada guru pembimbing yang telah bekerja keras melatih mereka meraih prestasi ini,” ucap Salimsyah.
Harapannya, semoga perolehan juara ini bisa memotivasi para pelajar lainnya khususnya di SMP Negeri 2 Takengon untuk meningkatkan kompetensi diri dan jadikan keterbatasan bukan sebagai pengahalang untuk meraih prestasi.
Sementara itu, salah seorang guru pembimbing, Zikriatun Ilmi menceritakan, Sarlina dan Maulida adalah kakak adik merupakan anak yatim yang ditinggalkan oleh ayahnya, sedangkan ibunya sudah menikah lagi.
“Saat ini Sarlina dan Maulida tinggal di Asrama Yayasan Noerden dengan kehidupan sehari-hari dengan keterbatasan ekonomi apalagi tidak mendapatkan belahan kasih sayang dari kedua orang tua mereka,” ungkapnya.
Ilmi menjelaskan, Sarlina dan Maulida bercerita, selama kami tinggal yayasan diberikan pakaian, makan sehari-hari, uang jajan dan kebutuhan lainnya, apalagi penjaga asramanua memperlakukan kami dengan baik seperti anak sendiri.
Ia menyebutkan, Sarlina dan Maulida ini pelajar yang rajin ke sekolah dan memiliki bakat di bidang seni, dengan usia meraka masih remaja perlu kita bina dan tingkatkan kompetensi yang dimilikinya.
“Mereka berdua adalah contoh pelajar yang membuat sekolah bangga atas prestasi yang mereka miliki disaat keterbatasan menghampirinya,” tandas Ilmi.
Ia berharap, prestasi Sarlina dan Maulida semoga mendapatkan apresiasi dari kita semua, karena suatu saat nanti putri Gayo ini akan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi untuk membanggakan Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, bahkan nama Indonesia.(*)

