Sunday, 06 September 2026
Cuaca Jakarta Memuat cuaca...
Berita September 5, 2026 Redaktur 2 menit baca

Dosen Proteksi Tanaman USK, USM Malaysia, dan Dinas Pertanian Sabang Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional

SABANG – Kolaborasi lintas negara dalam sektor pertanian berkelanjutan sukses dilaksanakan di Kota Sabang.

Jurusan Proteksi Tanaman Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan School of Industrial Technology, Universitas Sains Malaysia (USM) dan Dinas Pertanian Kota Sabang menggelar kegiatan International Community Service (Pengabdian Masyarakat Internasional) yang berfokus pada *Empowerment of Clove t Farmer Trought Implementation of Integrate Pest and wilt disease Control Technology. In Sabang city.

Kegiatan yang berlangsung di Kota Sabang ini dihadiri oleh beberapa petani cengkeh setempat, penyuluh pertanian, akademisi, serta staf dan tenaga lapangan dari dinas terkait.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan modern dari kampus dan menerapkannya langsung pada permasalahan nyata yang dihadapi oleh para petani di pulau Weh tersebut.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif di lapangan, para petani dan tenaga lapangan menyampaikan keluhan utama mereka terkait komoditas cengkeh unggulan Sabang. Bapak Rusli (perwakilan petani) dan Bapak Marijal, S.Sos (tenaga lapangan) mengungkapkan bahwa masalah tanaman cengkeh yang tiba-tiba layu dan mengering telah melanda perkebunan mereka sejak tahun 2024. Hingga saat ini, para petani mengaku belum menemukan metode penanggulangan yang tepat untuk mengatasi fenomena yang mengancam produktivitas tersebut.

Merespons keluhan tersebut, Tim Proteksi Tanaman USK terdiri dari Prof. Dr. Rina Sriwati, Dr. Susanna dan Junianto S. Batubara, S.Agr., M.Si secara simultan memberikan penjelasan mendalam mengenai pentingnya teknik pemeliharaan berkala dan pemupukan dengan pemanfaatan limbah organik yang tepat pada tanaman cengkeh. Langkah ini krusial untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan patogen penyebab layu.
Hal menarik lainnya yang menjadi pusat perhatian dalam pembahasan ini dipaparkan oleh perwakilan pakar dari School of Industrial Technology USM, yaitu Assc. Prof. Dr. Shahidah dan Dr. Siti Baidurah. Mereka menekankan pentingnya penerapan konsep Permaculture (Permakultur / Budaya Pertanian Berkelanjutan) di area perkebunan cengkeh. Pihak USM menjelaskan bahwa permaculture merupakan sistem desain pertanian yang meniru pola dan hubungan yang ditemukan di alam bebas, dengan mengintegrasikan keanekaragaman hayati, konservasi air, dan kesehatan tanah secara alami. Penerapan sistem ini diyakini akan membawa dampak baik bagi tanaman cengkeh serta ekosistem di sekitarnya, sekaligus memperkuat kemampuan tanaman cengkeh untuk beradaptasi dengan tantangan perubahan iklim di masa depan.

Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan program pendampingan secara berkala demi mewujudkan pertanian berkelanjutan di Kota Sabang.

Penulis

Redaktur

Kontributor Media Civitas.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar akan tampil setelah disetujui moderator.