Wednesday, 12 August 2026
Cuaca Jakarta Memuat cuaca...
Berita August 12, 2026 Redaktur 3 menit baca

PR-ITP USK Gelar International Workshop DAAD 2026, Bahas Transformasi Bioteknologi dan Pertanian Berkelanjutan

BANDA ACEH – Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar International Workshop DAAD 2026 dengan mengusung tema “Transforming Biotechnology and Agriculture: Bridging Biodiversity and Digital Innovation for Natural Sustainability”, Rabu (12/8/2026), di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.

Kegiatan yang didanai oleh DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst/German Academic Exchange Service) Indonesia ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA. Workshop tersebut menjadi forum internasional untuk mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, organisasi internasional, dan praktisi dalam membahas arah transformasi bioteknologi dan pertanian yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Heru menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi di perguruan tinggi. Menurutnya, tantangan pembangunan pertanian dan lingkungan saat ini tidak dapat diselesaikan secara sektoral, tetapi membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan kerja sama antarnegara.

Penyelenggaraan workshop internasional ini juga menjadi bagian dari upaya USK memperluas jejaring akademik dan riset global. USK dalam beberapa waktu terakhir terus mendorong penguatan kemitraan internasional sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing universitas.

Ketua PR-ITP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., IPU, mengatakan bahwa workshop ini dirancang tidak hanya sebagai ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah membangun kolaborasi konkret di bidang bioteknologi, pertanian, biodiversitas, dan bioekonomi.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mempertemukan berbagai perspektif dan pengalaman dari dalam maupun luar negeri. Harapannya, diskusi yang berlangsung tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk kerja sama riset, inovasi, pengembangan teknologi, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Samadi.

International Workshop DAAD 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai institusi nasional dan internasional. Para keynote speaker yang hadir antara lain Prof. Iskandar Z. Siregar dari IPB University, Prof. Renezita Sales Come, PhD dari Visayas State University, Filipina, Asfri Winaldi Rangkuti, M.Sc. dari FAO Regional Office for Asia and the Pacific, Thailand, serta Dr. rer. nat. Shahril Anuar Bahari dari MUTQAN, Malaysia.

Berbagai isu strategis dibahas dalam workshop, mulai dari pemanfaatan bioteknologi untuk mendukung pertanian, konservasi keanekaragaman hayati, transformasi digital sektor pertanian, hingga pengembangan bioekonomi sebagai pendekatan baru dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan ketahanan pangan.

Kegiatan ini diselenggarakan PR-ITP USK bekerja sama dengan Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) Aceh serta Pusat Riset Pembangunan Pedesaan dan Pertanian Berkelanjutan (PR-P3B) USK. Kolaborasi tersebut menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang mampu menjawab persoalan pembangunan secara lebih komprehensif.

Rangkaian kegiatan International Workshop DAAD 2026 berlangsung selama dua hari. Setelah pelaksanaan sesi ilmiah di Banda Aceh pada 12 Agustus, peserta akan mengikuti field trip ke Pulau Sabang pada 13 Agustus 2026. Kegiatan lapangan tersebut akan difokuskan pada community service dan pembelajaran mengenai pertanian berkelanjutan, biodiversitas laut, serta pengembangan bioekonomi.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PR-ITP USK berharap workshop dapat menghasilkan gagasan dan jejaring baru yang mendukung lahirnya inovasi berbasis bioteknologi dan digitalisasi, sekaligus memperkuat posisi Aceh dan Indonesia dalam jejaring riset pertanian berkelanjutan di tingkat internasional.

International Workshop DAAD 2026 juga menjadi momentum bagi USK untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang bertemunya ilmu pengetahuan, teknologi, masyarakat, dan jejaring global dalam menghadirkan solusi bagi tantangan pembangunan berkelanjutan.[]

Penulis

Redaktur

Kontributor Media Civitas.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar akan tampil setelah disetujui moderator.