Banda Aceh – Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) Universitas Syiah Kuala (USK) akan menyelenggarakan International Workshop DAAD 2026 pada 12–13 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Transforming Biotechnology and Agriculture: Bridging Biodiversity and Digital Innovation for Natural Sustainability.” Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi internasional untuk memperkuat sinergi antara akademisi, peneliti, pemerintah, organisasi internasional, dan praktisi dalam mendorong transformasi sektor bioteknologi dan pertanian menuju pembangunan yang berkelanjutan.
Workshop internasional ini didanai oleh DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst/German Academic Exchange Service) Indonesia. PR-ITP menyelenggarakan kegiatan ini bekerja sama (in conjunction with) Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) Aceh serta Pusat Riset Pembangunan Pedesaan dan Pertanian Berkelanjutan (PR-P3B), Universitas Syiah Kuala. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat jejaring riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian dan bioteknologi.
Kegiatan akan berlangsung selama dua hari. Hari pertama, 12 Agustus 2026, dipusatkan di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, dengan menghadirkan pembicara dari berbagai institusi nasional dan internasional. Sementara itu, pada 13 Agustus 2026, peserta akan mengikuti field trip ke Pulau Sabang yang difokuskan pada kegiatan community service dan pembelajaran lapangan mengenai pertanian berkelanjutan, biodiversitas laut, dan bioekonomi.
Selain itu, kegiatan ini menghadirkan sejumlah keynote speakers terkemuka dari berbagai negara, yaitu Prof. Iskandar Z. Siregar (IPB University, Indonesia), Prof. Renezita Sales Come, PhD (Visayas State University, Filipina), Asfri Winaldi Rangkuti, M.Sc. (FAO Regional Office for Asia and the Pacific, Thailand), serta Dr. rer. nat. Shahril Anuar Bahari (MUTQAN, Malaysia). Para narasumber akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari pemanfaatan bioteknologi, konservasi keanekaragaman hayati, transformasi digital di sektor pertanian, hingga inovasi bioekonomi sebagai solusi menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global.
Ketua PR-ITP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., IPU, menyampaikan bahwa penyelenggaraan workshop ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperluas kolaborasi riset internasional serta menghasilkan gagasan dan inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pertanian berkelanjutan di Indonesia maupun dunia.
International Workshop DAAD 2026 diharapkan menjadi ruang diskusi ilmiah yang produktif sekaligus mempererat jejaring kolaborasi internasional dalam menciptakan solusi inovatif bagi masa depan pertanian yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

