Saturday, 07 November 2026
Cuaca Jakarta Memuat cuaca...
Berita November 7, 2026 Redaktur 2 menit baca

Tim PMKI USK-UNHAS-UNAYA Perkenalkan Produk Keumamah dan Abon Ikan Hasil Pengabdian Masyarakat pada Chemistry Fair 2026

BANDA ACEH – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) yang terdiri dari Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Hasanuddin (UNHAS), dan Universitas Abulyatama (UNAYA) tampil meramaikan pameran Chemistry Fair 2026. Ajang pameran yang dihelat pada 6 November 2026 ini diselenggarakan langsung oleh Fakultas MIPA USK, di mana tim PMKI sukses menghadirkan produk unggulan berupa keumamah dan abon ikan khas Aceh—buah dari kegiatan pemberdayaan di Gampong Lampulo, Kota Banda Aceh.

Keikutsertaan ini dikomandoi oleh Dr. Mustaqimah, S.TP., M.Sc. selaku ketua tim, bersama jajaran anggota yaitu Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., Dr. Raida Agustina, S.TP., M.Sc., dan Dr. Ir. Diswandi Nurba, S.TP., M.Si., IPU. Partisipasi tersebut menjadi wadah strategis untuk mendiseminasikan hasil riset dan pengabdian, sekaligus memperkenalkan produk olahan perikanan lokal berkualitas kepada khalayak yang lebih luas.

Produk keumamah dan abon ikan yang dipamerkan merupakan hasil nyata dari program PMKI bertajuk “Implementasi Teknologi Pengolahan dan Standardisasi Mutu Abon dan Keumamah melalui Kolaborasi Perguruan Tinggi”. Melalui program ini, potensi perikanan lokal disentuh dengan penerapan teknologi pengolahan modern, perbaikan mutu, serta optimalisasi pengemasan produk.

Suasana pameran semakin semarak dengan pelibatan aktif mahasiswa sebagai wujud implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta kolaborasi lintas disiplin. Mahasiswa MBKM Program Studi Teknik Pertanian, Luna dan Nazira, tampak antusias mendampingi jalannya pameran di stan. Langkah ini turut didukung oleh kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIPA Kimia USK, yakni Mutia dan Xiren. Sinergi erat antara dosen dan mahasiswa ini memperlihatkan komitmen nyata dunia akademik dalam mengawal hilirisasi inovasi produk berbasis potensi lokal.

Mustaqimah mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam Chemistry Fair 2026 bukan sekadar sarana promosi komersial, melainkan jembatan informasi bagi masyarakat luas untuk mengenal lebih dekat hasil nyata pengabdian perguruan tinggi. Para pengunjung stan dapat melihat langsung bagaimana teknologi pengolahan dan standardisasi mutu mampu mengangkat derajat produk olahan perikanan tradisional.

Melalui momentum ini, tim PMKI berharap produk keumamah dan abon dari Gampong Lampulo kian dikenal luas, memiliki nilai tambah ekonomi yang tinggi, serta berdaya saing di pasaran. Langkah ini sekaligus menegaskan konsistensi institusi pendidikan tinggi dalam menghadirkan solusi inovatif yang berkelanjutan—mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

Penulis

Redaktur

Kontributor Media Civitas.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar akan tampil setelah disetujui moderator.