Banda Aceh — Tim pengabdian Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) Tahun 2026 di Geukom Agrifarm, Gampong Geuceu Komplek, Banda Raya, Kota Banda Aceh. Geukom Agrifarm merupakan unit pertanian urban yang selama ini mengembangkan tanaman anggur. Sebelum program dilaksanakan, penyiraman masih banyak bergantung pada pengamatan langsung pengelola, sementara sebagian lahan belum dimanfaatkan secara produktif. Melalui kegiatan ini, tim USK menerapkan sistem irigasi cerdas berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu pengelolaan pertanian urban menjadi lebih terukur, efisien, dan mudah dipantau. Kondisi tanah dan lingkungan serta proses penyiraman dapat dipantau secara daring melalui Arduino IoT Cloud.
Ketua tim pengabdian, Dr. T. Ferijal, S.TP., M.Sc., menjelaskan bahwa penerapan teknologi tidak hanya diarahkan pada pemasangan perangkat, tetapi juga pada optimalisasi lahan serta peningkatan kemampuan mitra dalam mengoperasikan sistem secara mandiri. “Teknologi yang diterapkan diharapkan dapat membantu kegiatan budidaya sehari-hari sekaligus mendorong pemanfaatan lahan yang lebih produktif. Karena itu, pendampingan, pengoperasian sistem, dan evaluasi di lapangan menjadi bagian penting dari kegiatan ini” ujarnya. Sistem irigasi mengintegrasikan sensor kondisi tanah dan lingkungan, unit kendali berbasis ESP32, pompa, jaringan distribusi, dripper, serta Arduino IoT Cloud. Uji fungsi awal menunjukkan komponen utama dapat bekerja secara terintegrasi, mulai dari pembacaan data sensor, pengendalian pompa, distribusi air hingga tanaman, sampai pemantauan data dan status sistem secara daring. Tim bersama mitra juga membangun bedengan hortikultura yang ditanami pakcoy, sawi, selada, kailan, dan bawang prei pada lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Tim pengabdian terdiri atas Dr. T. Ferijal, S.TP., M.Sc. dan Dewi Sri Jayanti, S.TP., M.Sc. dari Fakultas Pertanian; Prof. Dr. Ashfa, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik; Diana Sapha A.H., S.E., M.Si. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis; serta Khairul Anwar, S.TP., M.T. yang mendukung integrasi sistem dan pelatihan teknis. Kegiatan ini juga melibatkan empat mahasiswa, yaitu Ahmad Kurniawan dari Fakultas Pertanian serta Safran Rahmatillah, Darajatul Ula, dan Jasmine Fadhilla dari Fakultas Teknik. Turut hadir Sekretaris Gampong Geuceu Komplek serta M. Ubaidillah selaku perwakilan Geukom Agrifarm bersama anggota kelompok.
M. Ubaidillah menyambut baik penerapan teknologi tersebut sebagai pengalaman baru bagi kelompok dalam mengembangkan pertanian urban. “Kami berharap sistem ini dapat membantu pengelolaan penyiraman dan mendukung pengembangan tanaman anggur maupun sayuran di Geukom Agrifarm. Kehadiran tim USK dan mahasiswa juga memberikan kesempatan bagi kami untuk belajar langsung mengenai penggunaan teknologi dalam kegiatan pertanian,” ungkapnya.
Selanjutnya, program akan dilengkapi dengan pelatihan pengoperasian sistem irigasi cerdas, pemasaran digital, dan literasi kewirausahaan. Pendampingan akan terus dilakukan hingga masa panen anggur dan sayuran untuk mengevaluasi penggunaan air, pertumbuhan tanaman, produktivitas, serta potensi manfaat ekonomi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah gampong, dan masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan pertanian urban yang adaptif dan berkelanjutan di Gampong Geuceu Komplek

