Tuesday, 23 June 2026
Cuaca Jakarta Memuat cuaca...
Berita June 23, 2026 Redaktur 2 menit baca

6 Kabupaten/Kota Incar Posisi Puncak di Final Lomba TTG

BANDA ACEH – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh menggelar kegiatan Final Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Seventeen, Banda Aceh, Senin (22/6/2026).

Kegiatan ini merupakan tahapan penilaian akhir dari dua kategori perlombaan yang telah dilaksanakan sejak beberapa bulan terakhir, yaitu Lomba Inovasi Alat Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Lomba Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek). Sebanyak enam finalis dari enam kabupaten/kota di Aceh berhasil lolos ke babak final dan berpeluang meraih posisi terbaik.

Pada kategori Inovasi Alat TTG, tiga inovator terbaik yang bersaing di babak final adalah Erik Derianto dari Kabupaten Aceh Selatan dengan inovasi Mesin Penanam Biji-bijian, Muhammad Uzil dari Kabupaten Aceh Barat dengan inovasi Mesin Penghancur Cangkang Kerang, serta Bustanil Suwardi dari Kabupaten Nagan Raya dengan inovasi Mesin Penyangrai.

Sementara itu, pada kategori Posyantek, tiga peserta terbaik yang berhasil masuk final adalah Kurnia Sandi, Posyantek Bukit Salju dari Kabupaten Aceh Tengah, Marwan, Posyantek Maju Bersama dari Kabupaten Bireuen, dan Edi Sukriansyah, Posyantek Pilar dari Kota Banda Aceh.

Kepala DPMG Aceh, Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si mengatakan bahwa pelaksanaan Lomba TTG merupakan salah satu upaya Pemerintah Aceh untuk mendorong tumbuhnya inovasi masyarakat yang sederhana, tepat guna, dan mampu menjawab berbagai persoalan di tingkat gampong maupun daerah.

“Melalui lomba ini, kita ingin memberikan ruang kepada para inovator dan Posyantek untuk menunjukkan karya terbaiknya. Teknologi yang dikembangkan tidak hanya harus inovatif, tetapi juga aplikatif, mudah diterapkan, memanfaatkan sumber daya lokal, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” ujar Iskandar.

Ia menambahkan, Pemerintah Aceh terus berkomitmen mendorong pengembangan teknologi tepat guna sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan, terutama di wilayah perdesaan. Oleh karena itu, proses seleksi dan penjurian dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional agar diperoleh wakil terbaik yang nantinya dapat bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.

Proses penjurian pada final Lomba TTG Tahun 2026 melibatkan tim juri dari unsur akademisi dan birokrat yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya, yaitu:

  1. Dr. Zulfadli, S.T., M.T. – Dosen Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.
  2. Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc. – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala.
  3. Dr. Saiful Badli, S.E., M.Si. – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teuku Umar.
  4. Muhtadin, S.T., M.T. – Dosen Fakultas Teknik Universitas Abulyatama.
  5. Drs. Wardana, M.Si. – Kepala Bidang Pengembangan Kawasan dan TTG Gampong DPMG Aceh.
  6. Faisal, S.IP., M.M. – Kepala Seksi Pengelolaan SDA dan Pengembangan TTG DPMG Aceh.

Hasil penilaian final akan menentukan para juara yang nantinya akan mewakili Aceh pada ajang Teknologi Tepat Guna tingkat nasional, sekaligus menjadi contoh praktik inovasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Penulis

Redaktur

Kontributor Media Civitas.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar akan tampil setelah disetujui moderator.