Friday, 30 October 2026
Cuaca Jakarta Memuat cuaca...
Berita October 30, 2026 Redaktur 3 menit baca

Guru Pengawas TKA Tempuh Jalan Berlumpur Menuju SMAN 2 Rantau Selamat

IDI – Hujan yang mengguyur mengakibatkan jalan becek dan berlumpur, tidak menyurutkan langkah guru dari SMA Negeri 1 Rantau Selamat untuk mengawas Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Analisis Nasional (AN) tahun 2026 menuju SMA Negeri 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur.

Marianti SPd, guru SMA Negeri 1 Rantau Selamat selamat sudah empat hari menempuh perjalanan lebih kurang sepanjang 7 Kilometer melewati jalan rusak, apalagi pada musim hujan mengakibatkan jalan becek dan berlumpur dan hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaan TKA dan AN pada gelombang pertama.

Puncaknya hari ini akibat malamnya turun hujan lebat mengakibatkan kondisi jalan semakin becek dan berlumpur, namun pelaksanaan TKA dan AN berjalan dengan lancar.

Hal itu disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 2 Rantau Selamat kepada media ini, Kamis (29/10) yang menceritakan kondisi jalan menuju sekolah yang ia pimpin berlokasi di Gampong Alue Punti.

Katanya, SMA Negeri 2 Rantau Selamat berada di daerah terpencil sangat jauh dengan ibu kota kecamatan dan kabupaten apalagi medan yang sangat sulit dilalui.

“Jalannya rusak parah apabila musim hujan maka kindisinya becek dan berlumpur, apabila musim kemarau tiba tentu saja mengakibatkan jalan berdebu,” ungkap Chalidin.

Dijelaskannya, akibat jalan yang tidak beraspal ini bukan saja guru dan para siswa menjadi kendala utama menuju sekolah, namun semua warga Gampong Alue Punti dan masyarakat yang berdomiisili di sana mengeluhkan kondisi jalan yang belum diperbaiki.

Chalidin menuturkan, ada seorang guru melaksanakan tugasnya di sekolah ini berasal dari Kota Langsa dengan menempuh perjalanan puluhan kilometer menuju SMA Negeri 2 Rantau Selamat dengan menggunakan sepeda motor.

“Setiap hari efektif, guru itu dari Kota Langsa baik kondisi jalan becek dan berlumpur maupun saat jalan berdebu harus dilewatinya, ini memang sebuah resiko sebagai abdi negara yang siap ditugaskan dimana saja,” ujar Chalidin.

Kepala.sekolah menyebutkan, saat musim hujan sepertj sekarang ini tidak menyurutkan langkah 22 orang siswa dari kelas XII tetap srmangat mengikuti TKA dan AN tahun 2026 ini.

“Semua peserta yang mengikuti TKA dan AN ini walau pun mereka berasal dari anak-anak pedalaman di Kabupaten Aceh Timur, bertekad ingin memperoleh nilai terbaik yang motivasi mereka adalah membuktikan bahwa kondisi alam bukan menjadi.penghalang dan mampu bersaing nialinya dengan para siswa yang ada di perkotaan,” tandas Chalidin.

Ia menyampaikan, sebelum pelaksanaan TKA dan AN, jauh-jauh hari pihak sekolah mengajak.siswa mengikuti try out terutama yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Aceh, mereka kita ajak ajak selalu aktif mengikuti bimbingan belajar yang dilakukan dari pihak sekolah.

Ditambahkannya, orang tua siswa diundang untuk memotivasi anaknya agar mengikuti TKA dan AN dengan baik, begitu juga hal-hal teknis lainnya seperti memastikan jaringan internet tetap.lancar dan mengantisipasi apabila tiba-tiba mati lampu serta teknis lainnya agar berjalan dengan lancar sehingga nantinya dapat memperoleh nilai yang memuaskan.

Chalidin berharap, dengan kondisi jalan yang rusak parah bukan saja dari pihak sekolah, tapi semua.masyarakat di sini agar Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Pemerintah Aceh atau pihak-pihak.lainnya untuk segera memperbaiki dan.mengaspal jalan tersebut.(*)

Penulis

Redaktur

Kontributor Media Civitas.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar akan tampil setelah disetujui moderator.