Monday, 28 September 2026
Cuaca Jakarta Memuat cuaca...
Berita September 27, 2026 Redaktur 3 menit baca

PKMBGB USK Dorong Penguatan ProKlim dan Ketahanan Iklim Gampong Alue Deah Teungoh

Banda Aceh, 25 September 2026 — Tim PKMBGB USK mendorong penguatan kelembagaan dan kapasitas masyarakat dalam pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Gampong Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Aceh Climate Change Initiative (ACCI-USK) dan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh serta melibatkan aparatur, masyarakat, dan mahasiswa KKN Tematik USK tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat. Selain meningkatkan pemahaman mengenai ProKlim, kegiatan diarahkan untuk memperkuat kelembagaan yang mampu mengelola aksi, data, dokumentasi, serta keberlanjutan program di tingkat gampong.

Sosialisasi menghadirkan Ir. Cut Safarina Yulianti, S.T., M.M., M.T., Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK3 Kota Banda Aceh, yang menyampaikan materi “Mengenal ProKlim dan Penguatan Kelembagaan Masyarakat.”

Dalam pemaparannya, Cut Safarina menjelaskan bahwa perubahan iklim memberikan dampak hingga tingkat lokal, antara lain melalui banjir, rob, cuaca ekstrem, kenaikan muka air laut, dan perubahan pola cuaca. Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam membangun kemampuan adaptasi sekaligus mengurangi risiko lingkungan.

“ProKlim bukan hanya tentang kegiatan lingkungan, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kelembagaan yang kuat, mampu mengenali persoalan di wilayahnya, menyusun aksi adaptasi dan mitigasi, serta menjaga keberlanjutannya secara bersama-sama,” ujar Cut Safarina.

Kelembagaan sebagai Penggerak Aksi Iklim

Sosialisasi menekankan bahwa kelembagaan merupakan salah satu fondasi penting dalam keberlanjutan ProKlim. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya legalitas kelembagaan melalui SK Keuchik, pembagian tugas yang jelas, serta keterwakilan berbagai unsur masyarakat, termasuk pemuda, tokoh agama, dan perempuan.

Diskusi juga membahas identifikasi persoalan lingkungan, penyusunan rencana aksi, pencatatan kegiatan, serta pengelolaan data dan dokumentasi sebagai bagian dari pelaksanaan dan evaluasi ProKlim.

Irfan Zikri, Anggota Tim PKMBGB USK, mengatakan bahwa penguatan ProKlim perlu diarahkan pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola aksi secara mandiri dan berkelanjutan.

“Yang penting bukan hanya bertambahnya kegiatan lingkungan, tetapi bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, kelembagaan, dan kemampuan untuk mengelola aksi tersebut secara berkelanjutan. Perguruan tinggi dapat mendukung proses ini melalui penguatan pengetahuan, pendampingan, dokumentasi, dan pembelajaran bersama masyarakat,” ujar Irfan.

Menurutnya, keterhubungan antara kelembagaan masyarakat, tata kelola gampong, dan dukungan multipihak menjadi penting agar berbagai inisiatif lingkungan yang telah berkembang dapat terus dipelihara dan dikembangkan.

Mahasiswa KKN Tematik Terlibat dalam Aksi Lapangan

Kegiatan juga menjadi bagian dari rangkaian pendampingan mahasiswa KKN Tematik USK di Gampong Alue Deah Teungoh. Keterlibatan mahasiswa memberikan ruang pembelajaran untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Zubair Ba’alawi, mahasiswa KKN Tematik USK dari Program Studi Teknik Kimia, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

“Kami tidak hanya belajar tentang ProKlim dari sisi teori, tetapi juga melihat bagaimana pengelolaan lingkungan membutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah gampong, pemerintah kota, dan perguruan tinggi. Kami berharap dapat ikut mendukung kegiatan yang sudah berjalan sekaligus belajar dari masyarakat,” kata Zubair.

Memperkuat Keberlanjutan ProKlim

Gampong Alue Deah Teungoh telah menjadi Lokasi ProKlim Utama sejak 2022 dan direncanakan untuk diusulkan sebagai calon ProKlim Lestari pada 2027.

Dalam konteks tersebut, penguatan kelembagaan menjadi langkah penting untuk memastikan aksi adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan dapat terus dikembangkan. Keberlanjutan ProKlim juga membutuhkan pengelolaan data dan dokumentasi yang baik serta keterhubungan antara aksi masyarakat dan tata kelola gampong.

Melalui kerja sama PKMBGB USK sebagai pelaksana utama bersama ACCI-USK dan DLHK3 Kota Banda Aceh, serta dukungan Pemerintah Gampong Alue Deah Teungoh, masyarakat, dan mahasiswa KKN Tematik USK, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan iklim berbasis gampong.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat untuk mengenali risiko perubahan iklim, mengembangkan aksi yang sesuai dengan kondisi lokal, serta menjaga keberlanjutan manfaat lingkungan dan sosial bagi masyarakat Gampong Alue Deah Teungoh.

Penulis

Redaktur

Kontributor Media Civitas.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar akan tampil setelah disetujui moderator.