Pelatihan Posyantek 2025 Dorong Optimalisasi Teknologi Desa untuk Mendukung Program Makanan Bergizi Gratis

Redaktur Avatar
Posted on :

BANDA ACEH – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh menyelenggarakan Pelatihan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Tahun 2025 pada 18–20 November 2025 di Hotel Seventeen Banda Aceh, yang diikuti oleh pejabat DPMG kabupaten/kota serta para pengurus Posyantek dari seluruh Aceh.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala DPMG Aceh, Dr. H. Iskandar, AP., S.Sos., M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan Posyantek sebagai pusat layanan inovasi teknologi di desa. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu merespons peluang ekonomi sekaligus mendukung keberhasilan Program Strategis Nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, kebutuhan bahan makanan untuk program tersebut sebenarnya dapat dipenuhi oleh desa-desa di Aceh apabila teknologi tepat guna dapat dioptimalkan melalui peran aktif Posyantek.

Pelatihan ini menghadirkan para narasumber dari berbagai bidang akademik dan instansi teknis, antara lain Koordinator Divisi R&D Pusat Riset Mekanisasi dan Perbengkelan Pertanian (Pusmeptan) USK, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc.; Ketua ARC USK, Dr. Saifullah Muhammad, ST., M.Eng.; serta Dosen Universitas Teuku Umar, Dr. Saiful Badli, SE., M.Si.. Selain itu, unsur DPMG Aceh, Kemenkumham Aceh, dan Disperindag Aceh turut memberikan penguatan materi sesuai bidang masing-masing.

Dalam paparannya, Dr. Muhammad Yasar yang juga merupakan Dosen Teknik Pertanian USK memberikan penjelasan mendalam mengenai pentingnya akselerasi alih teknologi tepat guna melalui Posyantek. Ia menjelaskan bahwa upaya penguatan teknologi desa memerlukan pemahaman yang utuh terhadap kebutuhan masyarakat, pemilihan teknologi yang sesuai dengan kondisi lokal, serta penyediaan layanan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan.

Ia turut menekankan bahwa kemampuan Posyantek untuk membuat dan memodifikasi alat TTG secara lokal akan menjadi kunci penting bagi peningkatan produktivitas masyarakat desa, untuk itu Posyantek perlu membangun kemitraan dengan perguruan tinggi, UMKM, dan pemerintah.

Melalui pelatihan ini, DPMG Aceh berharap Posyantek dapat menjadi motor penggerak inovasi yang lebih efektif dalam mendukung kemandirian ekonomi desa dan penyediaan kebutuhan pangan lokal. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat peran teknologi tepat guna sebagai solusi nyata dalam pembangunan desa serta mendukung kebutuhan program MBG secara berkelanjutan.[]

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *