Dari Kampus untuk Aceh: Alumni FP-USK Bersinergi Bangun Pertanian Berkelanjutan

Redaktur Avatar
Posted on :

Banda Aceh – Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala mengadakan Talkshow dengan tema “Sinergitas Alumni: Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di Aceh”, FP-USK menghadirkan dua sosok inspiratif — Ihsan, Pimpinan Bulog Aceh, dan Ir. Cut Huzaimah, MP, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Keduanya merupakan alumni yang telah membuktikan kiprahnya di dunia nyata, membawa semangat akademik ke ranah kebijakan dan implementasi nyata di lapangan.

Dr. Cut Erika, S.TP., M.Sc., dosen dari Departemen Teknologi Hasil Pertanian menjadi moderator dalam talkshow ini. Diskusi seputar pangan, kebijakan, dan inovasi menjadi renungan bersama bahwa sektor pertanian tidak dapat berdiri sendiri tanpa kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan pelaku usaha.

Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Sugianto, M.Sc., Ph.D, menyampaikan rasa bangganya terhadap para alumni yang telah berkontribusi besar bagi pertanian Aceh.
“Sinergi alumni adalah kekuatan utama kita. Mereka membawa semangat kampus ke dunia nyata dan menjadi jembatan antara pengetahuan dan praktik,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Milad, Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution, S.TP., M.Sc., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bagian dari perayaan, tetapi juga momentum refleksi.
“Melalui forum ini, kita belajar bahwa keberlanjutan pertanian tidak cukup dengan inovasi teknologi, tetapi juga dengan membangun jejaring dan komitmen bersama,” katanya.

Dalam paparan materinya, Ihsan menyoroti bahwa “Membangun pertanian tanpa mengikuti kemajuan teknologi akan membuat hasil tidak optimal dan semangat petani melemah.” Oleh karena itu, sinergi antara petani, pemerintah, pelaku usaha, dan inovator teknologi menjadi kunci menciptakan pertanian yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan — terutama menghadapi era otomatisasi dan AI di tahun-tahun mendatang.

Sementara Ir. Cut Huzaimah, MP menegaskan bahwa kunci keberlanjutan pertanian di Aceh terletak pada kekayaan komoditi, inovasi varietas unggul, dan penguatan infrastruktur pertanian yang saling terhubung dalam satu ekosistem.

Aceh memiliki potensi luar biasa dengan ratusan komoditi dari tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan yang menjadi modal utama dalam membangun kemandirian pangan daerah. Upaya pelepasan varietas unggul dan hilirisasi produk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong inovasi agar hasil pertanian tidak berhenti di tingkat bahan mentah.

Namun, mampu memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Di sisi lain, dukungan nyata melalui optimasi lahan, bantuan alat mesin pertanian, serta kebijakan penurunan harga pupuk menjadi wujud sinergi lintas sektor yang konkret.

Membangun pertanian Aceh yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui kolaborasi teknologi, kebijakan, dan pemberdayaan petani.

Talkshow ini menjadi bukti bahwa semangat pertanian berkelanjutan bisa tumbuh dari kampus, menyebar ke masyarakat, dan memberi dampak nyata bagi Aceh.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *