Sunday, 01 November 2026
Cuaca Jakarta Memuat cuaca...
Berita October 31, 2026 Redaktur 2 menit baca

Lahan Sawah Terdampak Bencana Banjir Aceh Utara Bersiap Lakukan Panen Perdana

Kabupaten Aceh Utara merupakan kabupaten yang mengalami dampak langsung Bencana banjir dan tanah longsor pada akhir tahun 2025 lalu. Sektor paling terimbas adalah sektor pertanian, khususnya pada lahan sawah yang merupakan andalan ekonomi petani.

Sebagian besar lahan sawah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara, kembali produktif dan menggelar panen perdana setelah tidak dapat digarap selama 1 musim tanam (MT) akibat banjir. Pemulihan ini didukung oleh normalisasi saluran irigasi serta bantuan infrastruktur dan pengolahan lahan bagi para petani yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui berbagai direktorat jenderal (dirjen teknis) termasuk oleh Badan Perakitan Modernisasi Pertanian (BRMP).

Dalam kunjungan yang dilakukan Tim BRMP Aceh pada beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Utara seperti di Muara Batu yang merupakan lokasi pelaksanaan Groundbreaking (peletakan batu pertama) oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terlihat sebagian besar lahan sawah terdampak bencana sudah melakukan tanam kembali dan sebagian petani sudah memasuki masa panen padi.

Anwar, salah satu petani di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, menyebutkan satu hektare sawahnya biasanya menghasilkan sekitar enam hingga tujuh ton gabah kering panen. Namun panen perdana yang dilakukan setelah bencana bisa mencapai tujuh sampai 9 ton per hektar.

“Alhamdulillah panen perdana kali ini setelah satu musim kami tidak bisa melakukan penanaman padi, bisa mencapai tujuh hingga delapan ton lebih per hektar”, tutur Anwar yang di-iyakan oleh M. Kasim selaku ketua Keujreun Blang kawasan Pinto Makmur.

Ia menambahkan bahwa lahan sawah pasca bencana pertumbuhan tanaman padi terlihat lebih subur sehingga Anwar dan beberapa petani lain pun di kawasan Muara Batu tidak memberikan pupuk secara berlebihan terutama unsur hara nitrogen dalam bentuk urea.

Hal yang sama juga terjadi di Desa Alue Bili Rayeuk, Kecamatan Baktya, Aceh Utara. Hamparan lahan sawah desa tersebut merupakan lokasi terdampak bencana langsung dan kini kembali bisa mengusahakan lahannya setelah kehilangan satu musim tanam akibat banjir dan endapan lumpur.

Pengalaman serupa disampaikan Razali selaku anggota kelompk tani Desa Alue Bili Rayeuk mengatakan selama satu musim tanam, ia tidak bisa turun ke sawah karena irigasi rusak, endapan lumpur di lahan namun setelah dilakukan normalisasi, pembangunan saluran tersier yang rusak kini sudah bisa menanam kembali.

BRMP Aceh yang merupakan instansi vertikal Kementan, akan terus mendampingi petani terutama pada aspek penyiapan teknologi terbaru guna meningkatkan hasil dan pendapatan petani agar lahan pertanian yang kian menciut dapat diimbangi. Kesempatan petani untuk mengolah sawah dan memenuhi kebutuhan pangan dari hasil panen mereka sendiri tetap terjaga.

Kendala utama yang dialami petani, beberapa lokasi terdampak masih membutuhkan irigasi perpompaan karena sumber air yang tersedia tidak dapat diairi ke pematang sawah disamping juga keterbatasan peralatan alat mesin pertanian (alsintan) ketika memasuki musim tanam untuk pengolahan lahan (HY)

Penulis

Redaktur

Kontributor Media Civitas.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar akan tampil setelah disetujui moderator.