INDRAPURI, ACEH BESAR – Sebanyak 28 siswa SMP IT Ar-Rabwah Indrapuri melaksanakan kunjungan edukasi luar kelas (field trip) ke Rumah Produksi Janeng Riting, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan pembelajaran luar kelas tersebut didampingi langsung oleh Kepala Sekolah SMP IT Ar-Rabwah, Firdaus, S.Pd dan Guru Mata Pelajaran Prakarya, Hafni Zahara, S.P., Gr.
Kehadiran kepala sekolah secara langsung bersama guru pendamping menunjukkan keseriusan pihak sekolah dalam memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada para siswanya.
Kegiatan field trip ini sendiri telah direncanakan secara resmi oleh pihak sekolah. Sebelumnya, Kepala SMP IT Ar-Rabwah telah melayangkan surat permohonan kunjungan dengan Nomor 04.094/SMPIT AR-IX/09/2026 tertanggal 30 September 2026.
Dalam surat permohonan tersebut, dijelaskan secara rinci tujuan dari kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan wawasan kewirausahaan atau entrepreneurship yang berbasis kearifan lokal. Sekolah ingin mengajak siswa untuk tidak hanya memahami materi kewirausahaan dari buku, tetapi juga melihat langsung praktiknya di lapangan.
“Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi melihat langsung proses hilirisasi pangan, bagaimana pangan tradisional dari umbi janeng yang bernilai ekonomi diolah,” ungkap Firdaus.
Pihak sekolah memandang bahwa umbi janeng sebagai pangan tradisional lokal memiliki potensi ekonomi yang besar jika diolah dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk melihat langsung bagaimana proses pengolahan itu dilakukan, sehingga mereka mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana sebuah ide usaha berbasis kearifan lokal dapat dijalankan.
Adapun agenda kegiatan field trip ini meliputi beberapa rangkaian acara yang telah disusun oleh sekolah bersama pihak pengelola. Agenda tersebut meliputi observasi tempat produksi, edukasi pengolahan umbi janeng, dan sesi tanya jawab atau wawancara singkat dengan pengelola dan Keuchik Gampong.
Melalui agenda observasi, para siswa diajak untuk melihat secara langsung kondisi Rumah Produksi Janeng Riting, melihat tempat dan proses produksi yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Selanjutnya, melalui agenda edukasi pengolahan, siswa mendapatkan penjelasan mengenai tahapan-tahapan pengolahan umbi janeng dari bahan mentah hingga menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual.
Melalui sesi tanya jawab atau wawancara singkat, siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pengelola Rumah Produksi dan juga dengan Keuchik Gampong. Sesi ini menjadi ruang dialog antara siswa dengan pelaku usaha dan pimpinan gampong untuk menggali informasi lebih dalam mengenai usaha tersebut.
Melalui rangkaian kegiatan ini, siswa diharapkan dapat mempelajari secara langsung proses pengolahan pangan tradisional, mulai dari bahan baku hingga menjadi produk yang memiliki nilai jual. Pembelajaran langsung ini dinilai jauh lebih efektif dalam menanamkan pemahaman kepada siswa. Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini. Siswa diharapkan termotivasi bahwa dari potensi lokal yang ada di sekitar mereka, dapat lahir sebuah usaha yang kreatif dan bernilai ekonomi, ujar Firdaus.
Dalam kesempatan tersebut, Firdaus, S.Pd, juga menyampaikan harapannya terkait dengan keberlangsungan usaha yang dikelola oleh masyarakat Gampong Riting ini. Ia berharap usaha tersebut dapat terus berkembang dan semakin maju ke depannya.
Firdaus juga berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah setempat terhadap usaha ini. Menurutnya, perhatian tersebut penting mengingat usaha masyarakat Gampong Riting ini sudah viral dan banyak dikenal oleh masyarakat luas, namun kondisi tempat usahanya masih sangat sederhana. Hal ini disampaikannya sebagai bentuk kepedulian agar usaha yang sudah memiliki gaung besar ini mendapatkan dukungan yang sepadan agar bisa berkembang lebih maksimal.
Sementara itu, Keuchik Gampong Riting, Zakaria, dalam keterangannya menjelaskan latar belakang berdirinya Rumah Produksi Janeng Riting tersebut. Ia menjelaskan bahwa Rumah Produksi ini diinisiasi oleh para Dosen Universitas Syiah Kuala melalui program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) antara Universitas Syiah Kuala bersama dua PTNBH lainnya yakni Universitas Sumatera Utara (USU) Medan dan Universitas Andalas (UNAND) Padang pada tahun 2025 yang lalu.
Penjelasan dari Keuchik tersebut menegaskan bahwa keberadaan Rumah Produksi Janeng Riting merupakan buah dari kolaborasi antara dunia akademik dengan masyarakat gampong. Program PMKI yang mempertemukan tiga perguruan tinggi besar tersebut telah berhasil mendorong lahirnya sebuah unit usaha berbasis potensi lokal di Gampong Riting.
Lebih lanjut, Keuchik Zakaria juga menceritakan bahwa Rumah Produksi Janeng Riting ini dilaunching langsung oleh Rektor USK kala itu bersama Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman. Prosesi launching tersebut menjadi tonggak penting bagi keberadaan rumah produksi tersebut. Turut pula dihadiri oleh Direktur Cabang Bank Indonesia Banda Aceh dan sejumlah tamu penting lainnya, yang menunjukkan tingginya dukungan dan perhatian dari berbagai pihak terhadap inisiatif pemberdayaan ekonomi gampong ini.
Kehadiran berbagai tokoh penting pada saat launching tersebut menjadi bukti bahwa Rumah Produksi Janeng Riting tidak dipandang sebagai usaha kecil biasa, melainkan sebagai sebuah model pemberdayaan masyarakat yang potensial dan patut didukung.
Sementara itu ditempat terpisah, Ketua PMKI USK 2025, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc mengaku bahagia menyaksikan keberlanjutan dari program yang diawali dari kegiatan KKN USK 2024 itu. Kebahagiaan tersebut ia ungkapkan ketika melihat bahwa apa yang telah dirintis melalui program pengabdian tersebut ternyata terus berjalan dan bahkan semakin berkembang hingga saat ini.
“Kami bangga atas beragam capaian yang diperoleh Gampong Riting dalam dua tahun terakhir ini, dan terus menjadi tujuan kunjungan edukasi dari berbagai pihak termasuk institusi pendidikan dan pemerintahan. Semoga kemajuan Gampong Riting dapat memotivasi dan menginspirasi gampong-gampong lain khususnya di Aceh”, ujar Dosen Teknik Pertanian USK yang juga Ketua Pemuda ICMI Aceh itu.
Kegiatan kunjungan edukasi ke Rumah Produksi Janeng Riting ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sekolah, masyarakat gampong, dan perguruan tinggi dapat menghasilkan sebuah proses pembelajaran yang bermakna bagi generasi muda, sekaligus mendorong kemajuan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal, pungkasnya.

