BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, S.IP., M.PA menyebut status bencana yang saat ini melanda Aceh sebagai Bencana Provinsi dengan Penanganan Nasional.
Hal tersebut disampaikan Nasir saat menjadi narasumber Pembekalan Mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar Universitas Syiah Kuala, di AAC Dayyan Dawood, 6/1/2026.
Menurut Nasir, meskipun kita semua berharap adanya penetapan status bencana nasional, namun hingga hari ini Pemerintah Pusat masih belum menyetujuinya.
Lebih lanjut Kepala Pos Komando Penanggulangan Bencana Aceh itu mengungkapkan bahwa keuntungan penerapan status Bencana Provinsi dengan Penanganan Nasional tersebut adalah pembiayaan melalui APBN, respons cepat dan akuntabilitas tinggi.
Namun kekurangannya ruang bantuan internasional tertutup, R3P disusun Provinsi dan APBD Provinsi menjadi bagian pembiayaan, dan adanya potensi kehilangan best practices global.
Dari segi mitigasi kolaborasi internasional tetap dimungkinkan secara terkontrol , CSO internasional bekerja di bawah klaster, pendanaan utama dari APBN dan hibah internasional sebagai top up yang terukur.
Nasir dalam pemaparannya juga mengungkapkan update data hingga hari ke 40 paska bencana. Rincian wilayah terdampak meliputi 18 kabupaten/kota yang terdiri-dari 200 kecamatan, dan 3.038 gampong/desa.
“Korban terdampak mencapai 2.583.376 jiwa, meninggal dunia 543 jiwa, yang masih dinyatakan hilang sebanyak 31 jiwa, dan yang masih tinggal di lokasi-lokasi pengungsian sebanyak 217.780 jiwa”, ungkap Nasir.
“Kerusakan fasilitas umum meliputi kantor 227 unit, tempat ibadah 638 unit, sekolah 1.027 unit, pondok pesantren 670 unit, rumah sakit/pusat kesehatan masyarakat 155 unit, jalan 1.593 titik, dan jembatan 468 titik”, lanjutnya.
“Kerugian harta benda meliputi rumah penduduk 144.866 unit, ternak 63.187 ekor, sawah 53.519 ha, kebun 27.620 ha, dan tambak 39.910 ha”, ungkapnya.
Nasir juga mengapresiasi kerjasama dan bantuan yang diberikan USK terhadap Pemerintah Aceh selama proses tanggap darurat. Dan sekarang kembali akan menerjunkan mahasiswanya dalam bentuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Kebencanaan.
“Saya berharap mahasiswa dapat mengisi ruang-ruang kosong dalam penanganan dan pemulihan psikososial masyarakat paska bencana melalui berbagai kegiatannya seperti gotong royong dan kegiatan-kegiatan positif lainnya, ungkap Nasir.
Sesi pemaparan materi dengan judul Kondisi Aktual Kebencanaan di Aceh tersebut dipandu oleh moderator Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc.
Acara pembekalan mahasiswa KKN tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Akademik, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si. Turut memberi laporan dan kata sambutan Ketua P3KKN USK, Drs. Zulfitri., M.Biomed, dan Ketua LPPM USK, Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes.
Selain Sekda Aceh, turut hadir sebagai narasumber Ketua Satgas Bencana USK/Kepala TDMRC USK, Prof. Dr. Syamsidik, ST., MT, Dekan Fakultas Kedokteran USK, Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT., Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, dan Dr. Marty Mawarpury, M.Psi.,Psikolog. []








Leave a Reply