BANDA ACEH – Produk Diversifikasi Pengolahan Janeng Gampong Riting Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar ikut ambil bagian menyemarakkan Mini Expo Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Aceh yang digelar 30/08/2025 di Gedung Landscape BSI, Banda Aceh.
Tampil di gedung tertinggi dan termegah di Kota Banda Aceh tersebut tentu memberi pengalaman tersendiri bagi Nasruna dan Kamisna. Mereka hadir mewakili pelaku UMKM dari Gampong Riting yang dibina oleh Wakil Ketua II HIPKA Aceh, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc.
Nasruna mengaku bangga Janeng bisa masuk dalam event spesial yang dihadiri Ketua Umum HIPKA, Kamarussamad, Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, dan Ketua Departemen Perbankan Syariah, Deden Firman Hendarsyah.
Sebelumnya Isteri Wagub Aceh, Mukarramah juga sudah pernah meninjau dan ikut serta melaunching Rumah Produksi Janeng Riting pada 4/8/2025 yang lalu bersama Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan dan Ketua TP PKK Aceh Ny Marlina Usman.
Terlihat banyak yang penasaran tumbuhan janeng ini, ada yang mengenalnya sebagai sumber makanan zaman susah, ada yang hanya tahu janeng sebagai makanan beracun, bahkan ada pula yang tidak mengenalnya sama sekali. Bagi masyarakat Gampong Riting, Janeng telah menjadi makanan kedua setelah nasi.
Biasanya masyarakat mengkonsumsi janeng dalam bentuk keurabe, yaitu janeng kering yang telah direbus atau dikukus lalu dibaluri kelapa kukur dan beri gula dan garam secukupnya. Namun sejak mendapat pembinaan dari Mahasiswa dan Dosen Pengabdi dari Universitas Syiah Kuala, janeng telah mengalami diversifikasi dengan nilai ekonomi dan added value yang lebih tinggi.
Selain memamerkan dan menjual produk janengnya, Nasru dan Kamisna juga mendisplay sebatang tumbuhan janeng lengkap dengan umbinya. Hal ini agar pengunjung dapat langsung mengenal tumbuhan liar dan beracun itu.
Dalam keterangan yang disampaikan Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc, janeng atau dalam bahasa latin disebut Dioscorea hispida Dennst memiliki beberapa keunggulan, yang pertama dari segi budidaya, tumbuhan beracun ini mudah tumbuh dan tidak memiliki musuh alami. Sehingga proses budidaya dan pengembangannya tidak memerlukan modal yang besar. Lalu tumbuhan ini juga tidak disukai hama termasuk babi dan ia mampu tumbuh dengan baik meskipun di dalam gulma yang lebat, sehingga tidak memerlukan perawatan yang besar.
Kedua dari segi manfaat, janeng juga kaya manfaat dan khasiat mulai dari anti lapar, anti oksidan, anti kolesterol, anti rematik/asam urat, hingga anti hama, ujar Yasar. Ia juga menambahkan bahwa janeng itu rendah karbo, jadi cemilan janeng ini cocok untuk kesehatan dan tidak bikin gemuk.
Itulah mengapa kami menyebut janeng cocok dijadikan simbol ketahanan pangan, bukan hanya sebagai pangan alternatif, bahkan janeng dalam melindungi tanaman pangan lain dari serangan hama khusus insektisida dan ulat, ungkap Yasar optimis dengan potensi pengembangan janeng.
Deputi BSI Aceh, Saiful Musadir yang sempat berbelanja aneka ragam produk janeng riting berharap produk ini dapat diterima dengan baik dan semakin luas. Sementara itu Ketua HIPKA Aceh, Zulfikar Lidan berharap melalui HIPKA, UMKM Janeng Riting ini dapat berkembang dan naik kelas.[]








Leave a Reply