IDI – Universitas Syiah Kuala menempatkan sejumlah 90 mahasiswa untuk melaksanakan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi di sembilan desa di Kabupaten Aceh Timur, 2/7/2025.
Mahasiswa dari berbagai fakultas ini diterima oleh Asisten 2 Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur, Dr. Darmawan M. Ali, ST., MISD mewakili Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky di halaman kantor Bupati Aceh Timur.
Kesembilan desa/Gampong sasaran KKN tersebut adalah Kampung Jawa, Seunebok Bace, Gampong Jalan, Keumuneng Peut, Blang Balok, Bayeuen, Keude Blang, Matang Seupeng, dan Peulalu.
Proses penyerahan mahasiswa KKN USK ini dilakukan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes yang didampingi Koordinator Lokasi (Kosi) KKN, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Syafruddin, SE, MBA, CDMP dan KTU LPPM, Junaidi Sarong, ST., MT.
Dalam sambutannya, Dr. Darmawan mengingatkan pentingnya peningkatan kemampuan literasi sebagai pendorong kemajuan di tengah-tengah masyarakat. Peran dan tanggungjawab mahasiswa KKN USK menjadi penting dalam menumbuhkan semangat dan budaya literasi ini, ujarnya.
Darmawan juga menyampaikan sejumlah rambu-rambu yang mesti diperhatikan mahasiswa ketika berkegiatan di Gampong. Menurut alumni Teknik Kimia USK itu, kemampuan beradaptasi dan memahami sosiokultural masyarakat menjadi hal penting bagi suksesnya penyelenggaraan KKN.
Dalam sambutannya mewakili Rektor USK, Ketua LPPM, Prof. Mudatsir melaporkan bahwa pelaksanaan KKN kali ini diikuti 2.180 orang mahasiswa yang tersebar di 5 Kabupaten yakni: Aceh Besar, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Timur.
Khusus di Aceh Timur, bentuk KKN nya adalah Tematik Literasi yang merupakan program kerjasama antara USK dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
“Kegiatan para mahasiswa ini nantinya berfokus pada pengembangan perpustakaan atau taman bacaan masyarakat yang ada di Gampong, yang meliputi penambahan baikan tata kelola, hingga meningkatkan minat baca dan menulis bagi masyarakat”, jelas Mudatsir.[]








Leave a Reply