BANDA ACEH – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Universiti Sains Malaysia (USM) dalam program pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Rabu (6/11/2024).
Kegiatan ini merupakan langkah nyata kedua lembaga pendidikan tinggi tersebut untuk memperkuat kontribusi dalam mendukung percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Ketua pelaksana Prof Rahmah Johar, yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI) USK kepada media ini, Kamis (7/11) menjelasakan, kegiatan ini mengusung beberapa poin utama SDGs.
“Program ini menitikberatkan pada aspek pengentasan kemiskinan (SDG 1), penghapusan kelaparan (SDG 2), kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), pendidikan berkualitas (SDG 4), ketersediaan air bersih dan sanitasi (SDG 6), serta komunitas berkelanjutan (SDG 11) dan kemitraan global (SDG 17),” jelas Rahmah.
Katanya, kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh guru SMA di Aceh, siswa SMA Negeri 10 Fajar Harapan, dosen dan mahasiswa dari USK serta USM.
Rahmah menuturkan, kegiatan berupa seminar dan sesi edukasi, program ini diharapkan dapat membekali peserta dengan wawasan dan keterampilan yang relevan dalam mendukung implementasi SDGs di lingkungan mereka.
Lebih lanjut diungkapkannya, bahwa program ini bertujuan mengaplikasikan keahlian mahasiswa dan dosen FKIP USK maupun USM melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.
“Kolaborasi lintas negara ini diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan mempercepat pencapaian SDGs,” ungkap Rahmah.
Sementara itu, Dr Rohaya Abdullah dari RCE Penang Universiti Sains Malaysia menambahkan, bahwa USM telah lama melibatkan mahasiswanya dalam proyek-proyek terkait SDGs.
“Kami membawa proyek RCE Sejahtera Youth (RSY) dalam bentuk Digital Story Book dan Video Story Telling sebagai sarana edukasi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Pengawas Sekolah, Samsul Bahri SPd MEd mengapresiasi inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan.
“Kolaborasi ini tidak hanya memperluas wawasan siswa, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi para guru dalam menerapkan metode pembelajaran berorientasi SDGs,” ujar Samsul.
Ditambahkannya, melalui kegiatan ini, FKIP USK dan USM semakin memperkokoh komitmen untuk mencapai SDGs, mempertegas peta jalan global dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi semua, dengan harapan tercapai pada tahun 2030.(*)








Leave a Reply