ACEH BESAR – Tim monitoring dan evaluasi (monev) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala (USK) mengunjungi lokasi kegiatan di Gampong Lamlumpu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, pada Senin (4/11/2024).
Tujuannya dalam rangka memantau dan mengevaluasi pencapaian program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Hibah DRTPM Kemdikbudristek tahun anggaran 2024
Program PKM yang dilaksanakan oleh tim pengabdi dari USK ini bertemakan “Pengenalan Data Literasi pada Forum Taman Bacaan Masyarakat Provinsi Aceh” dan dijalankan dengan mitra Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) Provinsi Aceh.
Kegiatan ini dipimpin oleh Syarifah Meurah Yuni MSi dengan anggota Rini Oktavia PhD dan Ernita Dewi Meutia, MS TcE berasal dari Fakultas MIPA dan Fakultas Teknik USK.
Tim monev LPPM USK yang dipimpin oleh Dr Sulastri Wakil Ketua LPPM Bidang Pengabdian kepada media ini, Selasa (5/11) mengatakan, kegiatan ini turut melibatkan reviewer internal, Prof M Dani Supardan, serta reviewer eksterna,l Prof Dahlan Abdullah dari Universitas Malikussaleh (UNIMAL).
Kemudian katanya, tim ini juga didampingi dua staf LPPM USK, Mariani SE dan Awan Kurniawan SP.
“Kegiatan monev berlangsung di Rumah Relawan Remaja, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang dikelola oleh Rahmiana Rahman, yang juga merupakan Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Provinsi Aceh,” sebut Sulastri.
Dalam kesempatan itu ujarnya, ketua tim pengabdi memaparkan hasil kegiatan PKM yang telah dilaksanakan, dan yang dihasilkan sesuai dengan rencana tertuang dalam proposal.
Sulastri menjelaskan, beberapa temuan penting muncul dalam sesi diskusi, antara lain kurangnya publikasi media massa terkait kegiatan PKM ini meskipun FGD (Focus Group Discussion) dan workshop sudah dilaksanakan.
“Reviewer juga mengingatkan pentingnya dokumentasi terkait alokasi dana, khususnya alokasi 50% dana untuk teknologi dan inovasi yang harus diatur dalam bentuk berita acara serah terima antara tim pengabdi dan mitra,” jelasnya.
Sulastri menuturkan, tim monev memastikan bahwa dua mahasiswa dari program studi S-1 Matematika FMIPA USK yang terlibat dalam kegiatan ini, Muhammad Fadhlurrahman Al-Ambiya dan Naufal Azqia.
Mereka telah memperoleh rekognisi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), masing-masing dengan 11 dan 12 SKS, melebihi persyaratan minimum 6 SKS.
Rahmiana Rahman juga berbagi cerita tentang asal-usul Forum TBM Aceh, didirikan oleh sekelompok masyarakat yang prihatin dengan rendahnya kualitas literasi anak-anak di Aceh.
Meski demikian katanya, pengelolaan TBM di daerah ini masih terbatas oleh sumber daya yang minim, sehingga sangat memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
“Kegiatan PKM yang dijalankan oleh tim pengabdi USK ini diharapkan dapat memperkenalkan Forum TBM Aceh dan seluruh anggotanya kepada masyarakat luas,” tutur Rahmiana.
Disebutkannya, salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah pengembangan website Forum TBM Aceh, yang dapat diakses di https://forumtbmaceh.org/.
Diharapkan dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak yang berkomitmen pada peningkatan literasi di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh.
“Tim pengabdi berkomitmen untuk segera melaksanakan beberapa perbaikan dan tindak lanjut berdasarkan masukan dari tim monev, guna memastikan bahwa program PKM ini memenuhi standar yang telah ditetapkan dan memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ditambahkannya, dengan dukungan yang lebih kuat dan perbaikan berkelanjutan, diharapkan kegiatan PKM ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan literasi masyarakat Aceh dan lebih luas lagi di Indonesia.
Kegiatan monev ini ditutup dengan sesi foto bersama, sebelum tim melanjutkan kunjungan monev ke lokasi PKM lainnya.(*)








Leave a Reply