KKN Tematik Kebencanaan USK Usai, Mahasiswa Beri Catatan Penting

Redaktur Avatar
Posted on :

ACEH TAMIANG – Kondisi pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang, masih menyisakan trauma mendalam dan tumpukan material lumpur yang belum sepenuhnya tertangani. Berdasarkan pantauan lapangan mahasiswa KKN dari tiga titik lokasi, Desa Alur Bemban, Kampung Dalam, dan BTN Satelit Graha, warga kini berada dalam titik jenuh akibat lambatnya pemulihan infrastruktur dasar dan ketidakpastian ekonomi.

Hal tersebut terungkap dalam prosesi penarikan kembali Mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar Universitas Syiah Kuala oleh tim P3KKN USK, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc (Koordinator Lokasi/KOSI), Muslim, M.InfoTech dan Deni Yanuar, S.IP., M.Ikom (Dosen Pembimbing Lapangan/DPL), 24-28 Januari 2026.

Di Desa Alur Bemban, aktivitas pendidikan terancam terhambat akibat pekarangan sekolah yang masih tertimbun lumpur tebal. Ketua Kelompok KKN, Mukhsalmina, melaporkan bahwa pembersihan manual tidak lagi efektif.

“Warga sangat membutuhkan ekskavator mini. Lumpur di rumah dan lapangan sekolah masih pekat, sementara anak-anak butuh segera kembali belajar dengan peralatan sekolah yang layak,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Dusun Satelit Graha, Kebun Tanah Terban. Sebagian besar warga di sana masih memilih mengungsi karena rumah mereka belum layak ditempati. Ketebalan lumpur di jalanan utama tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga mulai memicu masalah kesehatan.

Meskipun genangan air telah surut, krisis air bersih justru meningkat. Di Kampung Dalam dan Kebun Tanah Terban, akses air bersih sangat terbatas meski warga telah menggunakan sumur bor. Selain itu, ketergantungan warga pada bantuan pangan masih tinggi.

“Bahan pokok selain beras saat ini sangat sulit didapatkan. Warga juga mengeluhkan kebijakan ekonomi yang belum jelas di tengah pendapatan mereka yang menurun drastis akibat gangguan aktivitas kerja,” lapor Muhammad Fayyadh Alfarrel, Ketua Kelompok di Kampung Dalam.

Kebutuhan akan alat kesehatan di Polindes dan layanan pengendalian penyakit pascabencana menjadi mendesak guna mengantisipasi wabah. Di sisi lain, warga berharap adanya bantuan perbaikan rumah ringan serta pendaftaran bagi pelaku UMKM yang terdampak agar roda ekonomi desa kembali berputar.

Rangkaian kegiatan Mahasiswa KKN USK yang dilaksanakan selama 15 hari di 3 desa ini mencakup aksi kepedulian lingkungan melalui pembersihan TPA dan gotong royong di masjid, yang dibarengi dengan penguatan aspek pendidikan melalui pembelajaran darurat matematika, literasi, mengaji, serta edukasi bercocok tanam sederhana.

Selain memberikan sosialisasi mengenai pola hidup bersih, menabung, mitigasi bencana banjir, dan pencegahan perundungan, program ini juga fokus pada pemulihan pascabencana melalui berbagai intervensi psikososial dan trauma healing seperti bermain bola, mewarnai, serta menonton film bersama.

Seluruh inisiatif ditutup dengan dukungan logistik berupa penyaluran bantuan desa dan penggalian informasi langsung melalui wawancara dengan warga terdampak untuk memastikan penanganan yang tepat sasaran.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Koordinator Lokasi (KOSI), Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., menekankan bahwa hasil observasi ini merupakan cerminan kebutuhan riil di akar rumput dan perlu menjadi catatan penting untuk referensi kegiatan pemulihan paska bencana. “Koordinasi lintas sektor sangat diperlukan, terutama bantuan alat berat dan dukungan logistik yang lebih spesifik seperti peralatan sekolah dan bantuan perbaikan rumah,” tegasnya.

Secara resmi pelepasan kepulangan mahasiswa ini digelar di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang oleh Plt. Sekda Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar. Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tinginya kepada Universitas Syiah Kuala atas darma baktinya melalui KKN Tematik Kebencanaan ini.

Syuibun mengakui bahwa peran yang diberikan oleh mahasiswa USK sangat bermanfaat dalam mengurangi penderitaan masyarakat terdampak di wilayahnya.[]

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *