SUPERMAN

Redaktur Avatar
Posted on :

Oleh: Ir. AZANUDDIN KURNIA, SP, MP, IPU ASEAN Eng

Dalam dunia fiksi, ada banyak para pahlawan yang sangat berjasa dalam membela kebenaran, membantu masyarakat lemah, menumpas kejahatan, memberi semangat kepada publik khususnya anak-anak dan masih banyak cerita heroik lainnya. Intinya dalam dunia fiksi ini seorang pahlawan yang dalam film sering disebut ”anak mudanya”. Dari sekian banyak anak muda ini, kita mengambil contoh salah satunya adalah ”Superman”.

Inti dari semua film Superman adalah tentang perjuangan Clark Kent/Superman untuk melindungi umat manusia dari ancaman-ancaman yang mengancam keselamatan mereka, sambil juga berjuang untuk menjaga identitas aslinya sebagai orang Krypton yang terakhir. Tema utama film ini umumnya adalah bercerita tentang Kebaikan vs Kejahatan.

Superman sebagai simbol kebaikan dan keadilan, berjuang melawan kejahatan dan ancaman-ancaman yang mengancam umat manusia. Identitas dan Jati Diri: Clark Kent/Superman berjuang untuk menjaga identitas aslinya sebagai orang Krypton yang terakhir, sambil juga menjalani kehidupan normal sebagai manusia. Pengorbanan dan Kematangan, Superman sering kali harus mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan orang lain, menunjukkan kematangan dan kebijaksanaan sebagai pahlawan. Kasih Sayang dan Cinta, Superman memiliki hubungan yang kuat dengan Lois Lane dan orang-orang yang dicintainya, yang menjadi motivasi baginya untuk terus berjuang. Kisah itu semua untuk memperindah alur film sehingga enak dan asyik untuk ditonton.


Sangat luar biasa tema yang ada pada film Superman tersebut, tetapi itu adanya hanya dalam dunia mimpi alaias dunia fiksi. Dalam dunia nyata maka akan sulit kita dapati seperti itu. Dunia nyata, sehebat apapun orang itu, setinggi apapun jabatan, sebesar apapun pengaruh dan kuasanya, maka tetap tidak akan mampu mengatasi banyak masalah apalagi membantu orang banyak dalam waktu cepat dan bersamaan.


Tetapi dunia nyata akan memberikan kesan lain seandainya orang yang dianggap besar, berkuasa dan memiliki pengaruh besar mampu mengubah sejarah dengan pena atau titahnya. Pena dan titahnya mampu mengubah keadaan dan sejarah akan mencatat itu, termasuk bila dia tidak melakukan sesuai dengan harapan orang banyak.


Sayangnya masih ada bahkan masih banyak di negeri ini berprilaku seolah-olah bisa menjadi Supermen tanpa perlu bantuan orang atau pihak lain dalam mengatasi masalah. Padahal pada saat yang bersama, yang bersangkutan sudah menyatakan tidak mampu mengatasi dalam waktu cepat. Kita tidak perlu bantuan orang lain karena kita mampu, tetapi saat yang juga bersamaan ada hal lain yang sedang dihadapi rakyat karena ketidakmampuan dalam mengatasi masalah bahkan bencana yang amat besar yang sudah melanda rakyat.


Disinilah kita coba merenung dan intropeksi diri sebagai manusia secara personal bahkan sebagai bangsa, apakah kita lebih mementingkan gengsi atau lebih mementingkan kemanusiaan. Orang kuat bukanlah orang yang tidak boleh menrima bantuan orang atau pihak lain, justru orang kuat adalah ketika dia mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada rakyatnya demi hal yang lebih besar dalam kesinambungan hidup dan kehidupan mereka.


Bencana yang baru saja terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat adalah salah satu memperkuat dan memperkokoh rasa solidaritas seluruh umat manusia terutama bagi daerah-daerah yang terdampak langsung dan daerah disekitarnya. Dengan rasa empati dan kasih sayang yang besar, semua orang berusaha berkontribusi untuk bisa membantu mereka-mereka yang terdampak langsung.


Kini, dengan usia pasca bencana yang sudah memasuki minggu kelima, mungkin sudah kurang relevan lagi suara-suara untuk menjadikan ini level bencana nasional. Apa yang sudah ditunjukkan oleh Gubernur Aceh dan Para Bupati/Walikota daerah terdampak dan semua komponen di Aceh sudah bahu membahu untuk membantu dan secara perlahan bangkit dari keterpurukan bencana ini. Peran Jakarta juga tidak kita nafikkan walaupun masih dianggap lambat. Para donator dan relawan dari seluruh negeri juga terus berpacu membantu dan mencoba memberi semangat untuk bangkit lebih cepat, walau itu belum tentu bisa.


Terakhr tulisan ini mencoba untuk mengajak kita semua yang memiliki hati nurani untuk belajar dan mengambil himah dari semua proses yang sudah terjadi. Salah satunya adanya hambatan regulasi yang dianggap belum memadai bisa menjadi jalan masuk untuk perbaikan kedepan, sehingga bila ada bencana lagi bisa dengan sigap dilakukan langkah-langkah strategis. Sebagai manusia kita tentu berharap tidak ada lagi bencana, tetapi ini semua sudah sunnatullah. Ada baik ada buruk, ada senang ada duka, ada aman nyaman ada huru hara dan berbagai hal lain yang saling berpasangan sampai akhirat kelak, ada syurga dan neraka

.
Sebagai penutup mungkin kita bisa memaknai hadist “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR. Muslim). Hadist ini menekankan pentingnya persatuan dan kasih sayang di antara umat Muslim, serta bagaimana satu masalah dapat mempengaruhi keseluruhan komunitas, Wallahualam.

Penulis adalah Ketua Perhimpunan Sarjana Pertanian Indoensia (PISPI) Aceh
Email : azanorlando@gmail.com

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *