BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) kembali meluluskan doktor baru, Halimursyadah, mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Sekolah Pascasarjana, resmi menyandang gelar doktor pada Jumat, 11 Juli 2025, setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang revolusioner mengenai peningkatan kualitas minyak nilam melalui mikroba lokal.
anaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) dikenal sebagai komoditas unggulan Aceh dengan nilai jual tinggi, mencapai Rp 1.200.000 – Rp 2.000.000/kg. Keunggulan minyak nilam Aceh terletak pada tingginya kadar patchouli alcohol (PA) yang digunakan dalam industri kosmetik dan farmasi. Disertasi Halimursyadah yang bertajuk “Potensi Rizobakteri dan Sinergitasnya dengan Mikoriza terhadap Optimalisasi Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Nilam” menawarkan terobosan penting dalam budidaya nilam berbasis mikroba.
Penelitian Halimursyadah berhasil mengidentifikasi 114 isolat rizobakteri dari rizosfer nilam. Salah satu isolat unggulan, Delftia tsuruhatensis (PG 9/2 C), mampu menghasilkan kadar patchouli alcohol sebesar 42,01% pada varietas Tapak Tuan—melebihi standar nasional PA yang berkisar 28,69–35,90%. Kolaborasi mikroba dengan mikoriza campuran Glomus sp dan Gigaspora sp bahkan meningkatkan kadar PA hingga 59,57%—peningkatan sebesar 41,60% yang diuji secara akurat menggunakan GCMS di Laboratorium BSPJI Banda Aceh.
Penemuan ini tidak hanya membawa nilai ilmiah yang tinggi, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan pupuk hayati berbasis mikroorganisme lokal. Harapannya, isolat rizobakteri ini dapat dikomersialisasi setelah melalui uji efektivitas, toksisitas, dan uji multi-lokasi. Pengembangan formulasi berbasis alginat atau kitosan juga akan diteliti guna mempermudah aplikasinya di lahan petani.
Sidang terbuka yang dipimpin oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Mustanir, MSc, berlangsung dengan nilai sangat memuaskan. Tim promotor terdiri dari Prof. nat. tech. Syafruddin, M.P., Prof. Dr. Siti Hafsah, S.P., M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si., dengan penguji eksternal dari Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Ir. Gusti Ayu Kade Sutariati, M.Si.Sedangkan penguji internal adalah Prof. Dr. Ir. Sufardi, M.Si dan Prof. Dr. Khairan, M.Sc
Riset ini menjadi fondasi penting bagi optimalisasi budidaya nilam di Aceh—terutama di lebih dari 15 kabupaten yang belum mengembangkan komoditas ini. Dengan pendekatan mikroba ramah lingkungan, budidaya nilam tidak hanya berpotensi meningkatkan ekonomi daerah, tetapi juga mendorong pertanian yang berkelanjutan dan berbasis ilmiah.[]








Leave a Reply