SMAN 8 Takengon Unggul Panen Tumbuhan Sayur Melalui PROKES di Sekolah

Redaktur Avatar
Posted on :

TAKENGON – SMA Negeri 8 Takengon Unggul Kabupaten Aceh Tengah melakukan Program Kebun Sekolah (PROKES) dan hasilnya sekolah itu sudah memanen sayur-sayuran di perkarangan sekolah setelah menanami sejak tiga bulan lalu.

PROKES itu dilakukan dengan menanami bibit tumbuhan yang dilaksanakan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan para murid yang berlangsung di SMA Negeri Takengon Unggul, panen tersebut berlangsung pada Senin, (20/4/2026)

Kepala SMA Negeri 8 Takengon Unggul, Syafrudin SPd kepada media ini, Jum’at (24/4) mengatakan, PROKES ini adalah wujud dari tanah yang sederhana, tumbuh harapan yang luar biasa.

“PROKES ini menjadi salah satu langkah nyata SMA Negeri 8 Takengon Unggul dalam mendukung program Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) yaitu Sekolah Adiwiyata,” ujarnya.

Syafrudin menjelaskan, PROKES ini dimulai dari proses penanaman bibit sayur, dirawat dengan penuh tanggung jawab oleh peserta didik, hingga akhirnya dipanen dengan rasa bangga.

Ia menuturkan, tidak hanya berhenti di situ saja, tapi hasil panen diolah menjadi makanan siap saji yang sehat dan juga dikemas sebagai sayuran segar untuk dibagikan kepada keluarga besar sekolah.

Syafrudin menyampaikan, SMA Negeri 8 Takengon Unggul akan mengikuti lomba Sekolah Adiwiyata, tentu harus memiliki lingkungan yang sehat, salah satunya dengan menanami tumbuhan berupa sayur-sayuran yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

“Sekolah ini perkarangannya sudah memiliki berbagai jenis tumbuh-tumbuhan yang membuat lingkungan sekolah menjadi asri yang tujuannya peserta didik dalam proses pembelajaran menjadi nyaman,” tandas juara satu kepala sekolah berprestasi tingkat provinsi tahun 2025 ini.

Lebih lanjut kepala sekolah mengungkapkan, kegiatan PROKES juga menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang diterapkan di SMA Negeri 8 Takengon Unggul.

Dikatakannya, para peserta didik tidak hanya menerima teori di dalam kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan ilmu yang berkaitan dengan lingkungan, ketahanan pangan, dan ekonomi kreatif.

Ia mengharapkan, dengan adanya PROKES ini mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan sekaligus produktif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya.

Syafrudin menambahkan, partisipasi aktif seluruh warga sekolah turut menjadi kunci keberhasilan program ini. Guru dan tenaga kependidikan berperan sebagai pembimbing, sementara peserta didik menjadi pelaksana utama di lapangan,” ucap Syafrudin.

“Kolaborasi ini menciptakan suasana gotong royong yang kuat serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah, sehingga keberlanjutan program dapat terus terjaga,” ucapnya.

Ke depan pintanya, pihak sekolah berencana mengembangkan PROKES menjadi program unggulan yang tidak hanya berdampak di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat menginspirasi masyarakat sekitar.

Harapan Syafrudin, dengan demikian SMA Negeri 8 Takengon Unggul tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang peduli lingkungan, mandiri, dan memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat.(*)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *