BANDA ACEH – Pusat Riset Kopi dan Kakao Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Rapat Kerja bertema “Hilirisasi Riset Kopi dan Kakao untuk Peningkatan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani” di Multipurpose Room Fakultas Pertanian USK, Rabu (23/4/2026).
Acara dibuka langsung oleh Wakil Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Dr. Sulastri. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjembatani hasil riset di laboratorium dengan kebutuhan riil petani dan industri.
“Riset jangan berhenti di jurnal. Hilirisasi adalah kunci agar inovasi kopi Gayo dan kakao Aceh benar-benar menaikkan pendapatan petani. USK siap jadi motor kolaborasi pentahelix,” ujar Dr. Sulastri.
Ketua Pusat Riset Kopi dan Kakao USK, Prof. Dr. Ir. Abubakar Karim, M.S., memaparkan capaian riset 2025 dan masterplan. Menurutnya fokus utama pusat riset tahun ini adalah hilirisasi produk turunan bernilai tinggi dan bersertifikat, inovasi pengolahan, hingga mengolah limbah kulit kopi/kakao.
Abubakar juga mengungkapkan bahwa tanpa hilirisasi, petani akan terus terjebak menjual bahan mentah dengan harga rendah. Padahal, potensi nilai tambahnya bisa 5–7 kali lipat jika diolah lebih lanjut.
Menurut Sekretaris Pusat Riset Kopi dan Kakao USK, Dr. Firdus, S.Pd., M.Si Raker yang berlangsung satu hari ini dihadiri peneliti, dosen, dan mahasiswa, pengurus dan anggota Pusat Riset. Hasil Raker ini akan diimplementasikan dalam masa kerja tahun 2026. Raker juga menyepakati penguatan jejaring dengan Dinas Perkebunan Aceh, pelaku industri, dan eksportir untuk memperluas akses pasar produk hilir petani binaan.[]







Leave a Reply