BIREUEN — Kasi Pengembangan Mutu Guru dan Tenaga Kependidikan pada Cabang Dinas Pendidikan Bireun, Yusnita, SE.Ak., S.Pd., M.Pd., secara resmi menutup kegiatan Pembelajaran Mendalam bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Bireuen pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru di lingkungan SMK.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Aceh dan berlangsung selama empat hari, sejak 16 hingga 19 Desember 2025. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di SMA Negeri 1 Bireuen dengan melibatkan guru SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Bireuen.
Dalam sambutannya, Yusnita menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran mendalam ini merupakan bagian dari penguatan implementasi pembelajaran di kelas yang dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan kejuruan di era saat ini. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata dan kontekstual sesuai kebutuhan peserta didik.
“Kegiatan ini menjadi ruang penguatan implementasi pembelajaran melalui sesi talk show, diskusi, serta berbagi praktik baik. Kita ingin melihat bagaimana konsep pembelajaran yang telah dipelajari benar-benar dijalankan di dalam kelas,” ujar Yusnita.
Ia menambahkan, pendekatan pembelajaran mendalam diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, aktif, dan berpusat pada peserta didik. Guru SMK memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga berkarakter, kreatif, dan memiliki kemampuan berpikir kritis.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi, mulai dari pemaparan materi, diskusi kelompok, talk show pendidikan, hingga berbagi praktik baik antar guru. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk saling belajar dari pengalaman nyata dalam mengelola pembelajaran di kelas masing-masing.
Yusnita berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti pada peserta saja, tetapi dapat ditularkan kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.
“Saya berharap setelah kembali ke sekolah, Bapak dan Ibu guru dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran ini secara konsisten serta menjadi agen perubahan dalam meningkatkan mutu pendidikan SMK di Kabupaten Bireuen,” tegasnya.
Yusnita menambahkan bahwa sejak pembukaan hingga penutupan, rangkaian kegiatan diisi dengan talk show pendidikan dan sesi berbagi praktik baik sebagai ruang dialog dan refleksi bersama.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar guru mampu menerapkan hasil pembelajaran secara nyata di kelas untuk memperkaya strategi mengajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan,” tutup Yustina.








Leave a Reply