Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, energi, dan air di Aceh, Stasiun BMKG Aceh bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Sekolah Lapang Iklim untuk membahas dampak perubahan iklim, strategi adaptasi dan mitigasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya petani dalam mengelola dampak perubahan iklim, serta meningkatkan kerjasama antara BMKG dan stakeholder terkait. Acara yang diselenggarakan di Aula BRMP Aceh juga menghadirkan kepala BRMP Aceh sebagai pembicara.
Dalam sambutannya Kepala Stasiun Klimatologi Aceh Muhajir, M.Si mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan FGD ini adalah untuk evaluasi kegiatan sekolah lapang iklim (SLI) yang telah dilaksanakan dibeberapa kabupaten di Provinsi Aceh dengan melibatkan petani dan penyuluh pertanian lapangan.
Adapun SLI itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani dan penyuluh tentang iklim dan cuaca, serta bagaimana menggunakannya untuk adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim, sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan hasil panen.
Kepala BRMP Aceh Dr. Rachman Jaya, M.Si dalam pemaparannya menyebutkan bahwa untuk menggapai program swasembada pangan Nasional, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah tersedianya data iklim yang valid. Data iklim merupakan faktor utama yang dipelajari sebelum sebuah program dan kegiatan ditetapkan dan dilaksanakan.
“Pelaksanaan program Swasembada Pangan tidak terlepas dari ketersediaan data iklim yang akurat. Seringkali sebelum dilakukan kegiatan maka yang dibahas terlebeih dahulu adalah bagaimana ketersediaan data iklim” sebut Rachman Jaya
Lebih lanjut Rachman mengatakan bahwa BRMP Aceh telah melakukan berbagai terobosan dalam meminimalisir dampak perubahan iklim dalam bentuk strategi adaptasi seperti penyiapan varietas toleran kekeringan, toleran genangan dan juga varietas tahan terhadap salinitas. Disamping itu, BRMP juga menganjurkan mengatur pola tanam sesuai dan pertanian cerdas iklim sehingga petani tetap produktif.
Turut hadir pada acara tersebut Kepala Stasiun Klimatologi Aceh Muhajir, M.Si, Ketua Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (Perhimpi) Aceh Dr. Taufan Hidayat, S.Si., M.Si, Kepala BRMP Aceh Dr. Rachman Jaya, M.Si, Kepala BPTPHP Badriah Hasballah, S.Hut., M.Ling dan Eka Diana dari Forum Bangun Aceh sebagai narasumber pada FGD tersebut.








Leave a Reply