Wahai Pemuda, Mari Beralgoritma Kebangsaan

Redaktur Avatar
Posted on :

(Refleksi Hari Sumpah Pemuda ke – 96)

Oleh : Habiburrahman, S.TP, M.Sc

Tidak terasa sudah yang ke – 96 tahun Sumpah Pemuda terus diperingati setiap tanggal 28 Oktober yang menunjukan sebagai salah satu sejarah bagi bangsa Indonesia atas Ikrar Sumpah Pemuda sebagai ikrar kebangsaan yang dihasilkan dari Kongres Pemuda Kedua di Jakarta, 27-28 Oktober 1928. Kongres ini digagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). Yakni sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan para pelajar dari seluruh Indonesia saat itu yaitu pernyataan kebangsaan pemuda pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama, menyatukan keyakinan mereka bahwa tumpah darah, bangsa, dan bahasa persatuan: ialah Indonesia yang menandai semangat persatuan dan kebangkitan generasi muda.

Pada tahun 2024 ini Kementrian Pemuda dan Olah Raga dalam perayaan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke – 96 tahun 2024 ini mengusung tema “Maju Bersama Indonesia Raya” yang mencerminkan  semangat persatuan demi kemajuan bangsa dengan harapakan adanya kolaborasi di kalangan pemuda Indonesia dalam mengisi pembangunan nasional secara berkelanjutan sehingga dapat mewujudkan pemuda yang maju, mandiri dan profesional sesuai latar belakang masing – masing pemuda dengan melakukan transformasi ke arah yang lebih produktif, kreatif, inovatif dan berkarakter dalam kebhinekaan berjuang dengan mengedepan energi positif kemajuan pemuda sebagai estafet kepemimpinan bangsa. Hal ini sesuai dengan Visi Indonesia Emas 2045 yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara maju apalagi momen tersebut akan terjadi bonus demografi penduduk Indonesia 70 % berada pada usia produktif dimana butuh kebijakan dan program dalam rangka menyiapkan generasi muda yang memahami potensi salah satunya yaitu tentang algoritma kebangsaan.

Menurut Prof. Richardus Eko Indrajit, algoritma kebangsaan merupakan suatu rangkaian langkah sistematis dan terstruktur untuk menciptakan serta meningkatkan rasa cinta dan bangga masyarakat Indonesia terhadap bangsa dan negara melalui pemanfaatan beragam teknologi digital khususnya media sosial. Sehingga diharapkan akan adanya energi baru dari generasi muda agar melek teknologi terhadap perdaban dan pertumbuhan global namun tetap membumi dengan memperhatikan akar budaya bangsa yang salah satunya adalah nilai gotong royong sebagai bahagian dari konsesus Bhineka Tunggal Ika.

Selanjut Prof. Richardus Eko Indrajit  menyampaikan strategi dalam penerapan algoritma kebangsaan bagi masyarakat antara lain mendidik diri sendiri dan orang lain mengenai sejarah, budaya, dan prestasi Indonesia, serta mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman dan kekayaan bangsa, berpartisipasi dalam diskusi online yang konstruktif dan inklusif mengenai isu-isu nasional, serta menyuarakan pendapat dengan sopan dan menghargai pandangan orang lain, membantu melawan misinformasi, hoaks, dan konten negatif yang merusak citra bangsa dengan memverifikasi informasi sebelum membagikannya dan melaporkan konten yang tidak akurat atau merugikan, menggunakan media sosial untuk mempromosikan karya, prestasi, dan inovasi positif dari masyarakat Indonesia, baik dalam bidang seni, ilmu pengetahuan, teknologi, atau olahraga, mendukung produk dan jasa buatan Indonesia, serta mempromosikan potensi ekonomi dan pariwisata negara melalui media social, berinteraksi dengan masyarakat internasional secara positif dan menggambarkan citra Indonesia yang baik, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, kerja sama, dan saling menghargai, menghargai dan menjaga kelestarian alam, budaya, dan warisan sejarah Indonesia, serta membagikan pengetahuan tentang keberlanjutan dan pelestarian ini melalui teknologi digital serta mendorong dan berpartisipasi dalam inisiatif sosial yang menggunakan teknologi digital untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat, seperti pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Atas kondisi tersebut, penulis mengajak para pemuda pemudi di momen 96 tahun hari sumpah pemuda untuk beragoritma kebanggsaan agar para pemuda memanfaatkan berbagai literasi digitilasi yang sesuai dengan kemampuan dan skill masing – masing untuk berkarya guna dan memiliki rasa bangga atas karya anak bangsa yang bisa menghadapi tantangan global dan bisa eksis di dunia internasional sesuai profesi masing – masing para pemuda dengan tetap memiliki rasa bangga dan cinta tanah air.

Potensi pemuda dalam menggerakan literasi digitalisasi sangat besar sekali karena Pemerintah juga ikut serta hadir dalam menyediakan ruang gerak di level nasional maupaun daerah sebagai contoh di Provinsi Aceh telah dilakukan Pembangunan Youth Creative Hub Aceh atau Gedung Pusat Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) untuk memfasilitasi pengembangan segala potensi yang ada di Aceh, baik sumber daya manusia (SDM), maupun sumber daya alam (SDA). Hal itu dikelola untuk kemajuan Indonesia, khususnya rakyat Aceh. Gedung AMANAH ini pertama kali ada di Aceh yang telah diresmikan keberadaannya pada tanggal 15 Oktober 2024 oleh Presiden Joko Widodo. Gedung Amanah diinisiasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN), dibangun pada lahan seluas 5 hektare dengan luas bangunan 1,9 hektar oleh Kementerian PUPR di kawasan KIA Ladong, Aceh Besar yang pembangunan juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Aceh. AMANAH bukan hanya sekadar bangunan fisik, Amanah Creative Hub ini memiliki sejumlah fasilitas yakni, ruang seminar, laboratorium pengolahan kopi dan minyak nilam, cafe, studio foto, musik, voice over, podcast, amanah store, greenhouse, workshop teknologi dan inovasi. Dengan total mencapai 20.256 anggota anak muda dari seluruh Aceh. Amanah fokus mengembangkan tujuh sektor prioritas yaitu pertanian dan perkebunan, peternakan, perikanan, UMKM, olahraga, lingkungan hidup dan pendidikan serta industri ekonomi kreatif. melainkan menjadi wadah bagi anak muda Aceh untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya.

Harapan ke depan melalui pemerintahan baru Presiden ke – 8 Jenderal (Purn) Prabowo Subianto dengan kabinet Merah Putih dimana dengan banyak partisipasi anak muda sebagai Menteri / Wakil Menteri / Kepala Badan tentunya memberi motivasi kepada generasi muda lainnya untuk berbuat dan mengisi pembangunan yang bisa memperkuat ekonomi keluarga, masyarakat dan negara tanpa merasa berpuas diri terhadap apa yang dimiliki tapi harus selalu berpikir untuk kemajuan dan kesejahteraan terutama adanya rasa nasionalisme yang patriotrit dengan tumbuhnya rasa bangga dan cinta bangsa ini dengan memanfaatkan digitalisasi yang ada untuk selalu menyampaikan energi positif terhadap pembangunan yang bersifat kontruktif dan menangkal berita hoax yang merendahkan harkat dan martabat bangsa sehingga generasi muda bisa menfaatkan produk atau media digitalisasi ini secara arif dan bijaksana demi mencapai cita – cita yang diinginkan sesuai semangat sumpah pemuda untuk selalu bersatu dalam tumpah darah yang satu, berbangsa yang satu dan menjunjung bahasa persatuan dalam tanah, bangsa dan bahasa Indonesia.

Penulis adalah Korwil MPPI/Sekum BPW PISPI Aceh/Ketua Harian DPD HKTI Aceh


E-Mail : bina0102@yahoo.co.id

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *